Rosan: Giant Sea Wall Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 22:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CEO Danantara Rosan CEO Danantara Rosan (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pemerintah tengah mengembangkan konsep proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa agar tidak hanya berfungsi melindungi kawasan pesisir, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi baru.

Menurut Rosan, pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) guna menyempurnakan master plan pembangunan proyek strategis tersebut.

"Jadi tidak hanya dibangun Giant Sea Wall-nya saja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberi dampak positif terhadap perekonomiannya," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan Giant Sea Wall diharapkan dapat memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah yang masuk dalam jalur pembangunan tanggul laut raksasa tersebut.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan UU IKN, Jakarta Tetap Ibu Kota Sampai Ada Keppres Pemindahan

Pemerintah, lanjut Rosan, masih melakukan berbagai evaluasi dan kajian mendalam agar proyek itu mampu memberikan manfaat maksimal, baik dalam perlindungan kawasan pesisir maupun peningkatan investasi nasional.

"Kita sedang melihat dan juga memberikan masukan dan juga melakukan pengkajiannya sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru di tidak hanya Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun Giant Sea Wall ini," imbuhnya.

Proyek Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa direncanakan membentang sepanjang 575 kilometer dan dibagi ke dalam 15 segmen pembangunan.

Pemerintah menilai proyek tersebut bukan hanya penting untuk melindungi kawasan industri dan perkantoran, tetapi juga menjaga kehidupan masyarakat pesisir, termasuk ekosistem laut dan para nelayan yang menggantungkan hidup di wilayah Pantura.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono <b>(NTVnews)</b> Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (NTVnews)

Pengembangan sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa, termasuk pembangunan Giant Sea Wall, disebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir utara Pulau Jawa.

Pembangunan proyek ini dinilai mendesak mengingat wilayah Pantura Jawa memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang mencapai sekitar 368,3 miliar dolar AS.

x|close