Pemerintah Targetkan Renovasi 8.000 Rumah Pasien TBC dari Keluarga Tidak Mampu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 21:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus diwawancarai di Padang, Selasa, (12/5/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus diwawancarai di Padang, Selasa, (12/5/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar (Antara)

Ntvnews.id , Padang - Pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian menargetkan 8.000 rumah milik pasien tuberkulosis (TBC) yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus mendukung penanganan penyakit TBC di Indonesia.

Wakil Bantuan Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan rekomendasi diprioritaskan bagi pasien TBC yang berasal dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4. Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Pasien TBC yang berasal dari keluarga tidak mampu, khususnya desil 1 hingga 4, akan dibantu untuk rekonstruksi rumah,” kata Benjamin di Padang, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan hingga kini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengumpulkan data sekitar 5.700 rumah pasien TBC yang akan tersebar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah masih membutuhkan tambahan data sekitar 2.300 rumah untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: 

241 Ribu Kasus Ditemukan hingga Mei 2026, Kepala Bakom Sebut Pemerintah Percepat Penanggulangan TBC

“Jadi masih kurang 2.300 rumah lagi yang datanya akan kami serahkan kepada kementerian terkait,” ujarnya.

Benjamin juga meminta seluruh dinas kesehatan daerah, termasuk di Sumatera Barat, agar segera data pasien TBC dari keluarga kurang mampu yang layak menerima bantuan rekonstruksi rumah tersebut.

“Kami minta dari Sumbar minimal 200 hingga 300 data sehingga pada bulan Juli, kami bisa melihat rumah-rumah yang akan dibantu,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah Genjot Desa Siaga TBC, Perluas Deteksi dan Pencegahan hingga ke Akar Komunitas

Selain program memikirkan rumah, pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk bantuan lain bagi pasien TBC yang mengalami kesulitan ekonomi. Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk penyaluran bantuan beras murah, serta dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memberikan bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per bulan.

Berdasarkan data perkiraan tahun 2025, jumlah kasus TBC di Sumatera Barat diperkirakan mencapai 25.037 kasus. Namun hingga kini, angka penemuan kasus baru mencapai sekitar 62 persen atau sebanyak 15.523 pasien.

(Sumber: Antara)

x|close