Kemenkes Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan untuk Cegah Hantavirus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 21:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni ANTARA/Andi Firdaus/am. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni ANTARA/Andi Firdaus/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan guna mencegah penularan hantavirus yang sumber infeksinya berasal dari tikus.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan kesadaran masyarakat terhadap potensi penularan virus dari rodensia sangat penting, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.

"Di samping kebersihan lingkungan, kita harus betul-betul aware (sadar) terkait dengan sumber penularan hantavirus yang infeksinya dari tikus. Artinya, tikus itu jangan sampai berkeliaran dan lain sebagainya, itu kan sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Andi menjelaskan, meskipun strain hantavirus yang ditemukan pada klaster kapal pesiar MV Hondius berbeda dengan jenis yang pernah ditemukan di Indonesia, masyarakat tetap diminta waspada, khususnya di wilayah yang rawan banjir.

"Risiko itu ada pada daerah-daerah dengan intensitas banjir yang cukup tinggi. Jadi, itu juga mempengaruhi keberadaan atau terjadinya beberapa kasus yang selama ini tersebar di 23 daerah-daerah tertentu. Jadi, kesehatan lingkungan itu sangat terkait dengan adanya sekresi (penularan virus) dari tikus," ujar Andi.

Baca Juga: Infografik: Waspada Hantavirus, Kasus Global Meningkat pada 2026

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain di area banjir karena kondisi tersebut berpotensi menjadi media penyebaran berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus dan leptospirosis.

"Jadi, ketika terjadi banjir itu jangan malah main-main banjir begitu, seperti kolam renang raksasa katanya, karena sebenarnya itu berisiko untuk terjadinya beberapa penyakit menular, salah satunya adalah hantavirus tersebut," paparnya.

Kasus hantavirus yang menjadi perhatian dunia saat ini bermula dari klaster penyakit pernapasan akut di MV Hondius yang berlayar melintasi Atlantik dan Afrika. Virus yang teridentifikasi adalah Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menular melalui paparan rodensia.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Kasus Hantavirus di MV Hondius Negatif

Meski demikian, Indonesia sejauh ini belum pernah melaporkan kasus HPS. Sejak 1991, Indonesia hanya mencatat infeksi hantavirus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas.

Kemenkes juga memastikan hingga kini belum ditemukan kasus penularan hantavirus dari tikus ke manusia di Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close