Argentina Hadapi Musim Hantavirus Terburuk dalam Beberapa Tahun Terakhir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 18:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada Jumat (24/4/2026). (ANTARA/Emin Yoğurtcuoğlu - Anadolu Agency/pri) Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada Jumat (24/4/2026). (ANTARA/Emin Yoğurtcuoğlu - Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.idKolombia - Argentina tengah menghadapi musim hantavirus paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Krisis kesehatan tersebut bahkan berkembang menjadi ketegangan diplomatik setelah pemerintah setempat melontarkan kritik kepada World Health Organization (WHO) yang dianggap mempolitisasi wabah tersebut, demikian dilaporkan Anadolu pada Jumat, 8 Mei 2026.

Di tengah upaya otoritas kesehatan mengendalikan lonjakan kasus yang hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, Argentina justru bersitegang dengan WHO terkait penanganan wabah.

Berdasarkan buletin epidemiologi terbaru yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026, sepanjang musim 2025-2026 sejak Juni tahun lalu, Argentina mencatat 101 kasus terkonfirmasi hantavirus.

Baca Juga: WHO Pastikan Risiko Hantavirus di Kepulauan Canary Rendah

Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 57 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara nasional, musim 2025-2026 menunjukkan jumlah kasus, yang berada di atas ambang wabah, untuk sebagian besar periode yang dianalisis," menurut Kementerian Kesehatan Argentina.

Kementerian itu juga menyebut lonjakan kasus masih terus terjadi tanpa tanda-tanda penurunan.

Sepanjang 2026 saja, sudah tercatat 42 kasus, sementara pemerintah terus menerapkan protokol deteksi dini untuk menekan penyebaran virus.

Sejumlah ahli menilai perubahan lingkungan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus hantavirus di Argentina.

Kondisi kekeringan membuat hewan pengerat masuk ke kawasan permukiman manusia untuk mencari makanan.

Sementara itu, curah hujan tinggi memicu penyebaran biji-bijian yang menyebabkan populasi tikus meningkat drastis.

Kementerian Kesehatan Argentina turut mengaitkan lonjakan kasus dengan meningkatnya interaksi manusia dengan lingkungan liar akibat kerusakan habitat, perluasan kawasan permukiman pedesaan, hingga perubahan wilayah endemik yang dipicu perubahan iklim.

Krisis kesehatan tersebut semakin memanas setelah muncul wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berangkat dari Pelabuhan Ushuaia di Argentina.

Sebelumnya, pada Maret 2026, Argentina mengikuti langkah Amerika Serikat dengan secara resmi menarik diri dari keanggotaan WHO.

Baca Juga: WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi

Kemudian, pada Kamis, 7 Mei 2026, Kementerian Kesehatan Argentina menuding WHO memanfaatkan kasus hantavirus di kapal pesiar tersebut untuk memengaruhi keputusan politik dan kedaulatan negara.

Meski situasi politik memanas, otoritas kesehatan Argentina memastikan pemantauan epidemiologi preventif tetap dilakukan secara intensif.

Namun hingga kini, pihak berwenang masih belum dapat memastikan sumber pasti infeksi hantavirus yang terjadi di atas MV Hondius.

(Sumber: Antara)

x|close