WHO Pastikan Risiko Hantavirus di Kepulauan Canary Rendah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 15:51
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Jenderal World Health Organization Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius tidak menimbulkan risiko besar bagi masyarakat di Kepulauan Canary.

“Kapal saat ini berlayar menuju Kepulauan Canary. Kami yakin Spanyol memiliki kapasitas untuk mengelola risiko ini, dan WHO mendukung penuh. Risiko bagi masyarakat Kepulauan Canary kami nilai rendah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jenewa, Kamis, 7 Mei 2026.

Tedros menjelaskan bahwa dirinya telah mengirim surat resmi kepada otoritas Spanyol guna meminta dukungan penanganan terhadap kapal tersebut.

Baca Juga: Cerita Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Jalani Isolasi Wabah Hantavirus

Ia juga menyampaikan bahwa prosedur disinfeksi telah dilakukan di atas kapal, sementara seluruh penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing.

Meski begitu, WHO tetap mengingatkan adanya kemungkinan muncul kasus baru karena masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung hingga enam pekan.

Saat ini, kapal yang terdampak wabah tersebut masih berada di lepas pantai Tanjung Verde. Sementara itu, European Centre for Disease Prevention and Control tengah melakukan evaluasi untuk menentukan siapa saja yang perlu segera dievakuasi dari wilayah tersebut.

WHO menyebutkan bahwa sebagian penumpang dan awak kapal akan tetap melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary dan diperkirakan tiba dalam tiga hingga empat hari mendatang, meski pelabuhan tujuan masih belum dipastikan.

Organisasi kesehatan dunia itu juga mengungkapkan bahwa strain Andes dari hantavirus telah terdeteksi di kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik tersebut.

Hasil pemeriksaan telah dikonfirmasi oleh lembaga kesehatan di Afrika Selatan dan Swiss.

Secara keseluruhan, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai delapan orang, termasuk satu penumpang yang dinyatakan positif setelah kembali ke Swiss.

Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Sebelumnya, otoritas Spanyol pada Rabu, 6 Mei 2026 menyatakan kesediaannya menerima kedatangan MV Hondius di Kepulauan Canary.

Namun, Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo menolak keputusan pemerintah pusat tersebut karena menilai koordinasi dan informasi yang diberikan masih minim.

Baca Juga: WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi

“Saya sepenuhnya tidak setuju dengan perubahan pendekatan ini. Tidak ada informasi medis atau epidemiologis yang menunjukkan kapal ini harus berlayar tiga hari ke Canary, alih-alih dilakukan operasi di lokasi kapal berlabuh,” ujarnya kepada radio Spanyol.

Fernando Clavijo mengatakan pemerintah daerah belum memperoleh penjelasan rinci mengenai jumlah kasus di kapal, kondisi pasien, maupun sumber awal dugaan wabah.

Ia juga menyebut sempat muncul opsi lain, yakni mengevakuasi pasien menggunakan pesawat medis ke Belanda, sementara kapal berbendera Belanda tersebut melanjutkan perjalanan menuju negara asalnya.

(Sumber: Antara)

x|close