Wabah Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tewaskan 3 Penumpang, Ahli Soroti Risiko Penularan Antarmanusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 09:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Tikus penyebab penularan virus hanta. ANTARA/dok. Ilustrasi - Tikus penyebab penularan virus hanta. ANTARA/dok. (Antara)

l

Ntvnews.id, New York - Wabah virus hanta yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius dilaporkan telah menewaskan tiga penumpang. Para ahli kini menaruh perhatian terhadap kemungkinan terjadinya penularan antarmanusia selama pelayaran berlangsung.

Hingga kini, selain tiga korban meninggal dunia, sedikitnya lima penumpang lainnya juga diduga terinfeksi virus tersebut. Kapal pesiar yang mengangkut sekitar 150 orang itu akhirnya mendapat izin untuk bersandar di wilayah Spanyol.

Dilansir dari New York Post, Jumat, 8 Mei 2026, dokter sekaligus mantan ahli bedah Angkatan Udara Amerika Serikat, Zaid Fadul, menjelaskan bahwa virus hanta umumnya menyebar melalui paparan kotoran atau air liur tikus. Namun, terdapat varian yang lebih berbahaya yakni virus Andes yang dapat menular dari manusia ke manusia.

"Itu cara penilaran yang paling umum," jelasnya.

Menurut Zaid, kondisi kapal pesiar yang merupakan ruang tertutup dengan interaksi antarpengunjung yang intens membuat kekhawatiran semakin besar.

Baca Juga: 2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

"Itulah alasan mengapa semua orang merasa sangat takut," tambahnya.

Meski demikian, para pakar meminta masyarakat, termasuk keluarga penumpang, agar tidak panik berlebihan. Zaid menilai langkah pencegahan menjadi hal paling penting untuk dilakukan.

"Pencegahan adalah kuncinya. Menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, dan memakai masker saat berada di sekitar orang lain dapat secara signifikan mengurangi risiko," terang Zaid.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga membuka kemungkinan adanya penularan antarmanusia dalam kasus tersebut. Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan penularan dapat terjadi pada lingkungan yang sangat tertutup dengan kontak erat.

"Kami meyakini mungkin ada beberapa penularan antarmanusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat," ungkap Maria.

Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat <b>(Antara)</b> Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat (Antara)

Sementara itu, peneliti virus dari Pirbright Institute, Giulia Gallo, menilai investigasi terhadap sumber awal infeksi menjadi langkah krusial. Ia menekankan pentingnya pelacakan riwayat perjalanan seluruh penumpang.

"Perlu untuk mengidentifikasi sumber infeksi di kapal dan melacak kembali perjalanan para pasien," tegas Gallo.

x|close