2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 23:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat (Antara)

Ntvnews.id, Singapura - Dua warga Singapura diketahui berada di atas kapal pesiar yang menjadi pusat dugaan wabah hantavirus Andes yang telah menewaskan tiga orang, demikian disampaikan pihak berwenang pada Kamis, 7 Mei 2026.

Operator kapal pesiar asal Belanda, Oceanwide Expeditions, sebelumnya mengonfirmasi pada Senin bahwa mereka sedang menangani situasi medis serius di atas kapal MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.

Dilansir dari CNA, Kamis,7 Mei 2026, salah satu penumpang tersebut adalah pria warga negara Singapura berusia 67 tahun yang tiba di Singapura pada 2 Mei 2026. Sementara itu, seorang penduduk tetap Singapura berusia 65 tahun tiba pada 6 Mei 2026.

Keduanya telah turun dari kapal dan diketahui berada dalam penerbangan yang sama dengan satu kasus hantavirus terkonfirmasi pada 25 April. Pasien tersebut kemudian meninggal dunia.

Menurut Singapore Communicable Diseases Agency (CDA), hantavirus Andes dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan berkembang dengan cepat menjadi syok hingga kematian.

Baca Juga: Afrika Selatan Deteksi Strain Andes Hantavirus yang Bisa Menular Antar Manusia

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk melawan hantavirus. Penanganan medis hanya difokuskan untuk meredakan gejala yang muncul.

Apa Itu Hantavirus?

Setiap jenis hantavirus berkaitan dengan spesies hewan pengerat tertentu yang menjadi reservoir alami virus tersebut. Pada hewan pengerat, virus dapat menyebabkan infeksi jangka panjang tanpa menimbulkan gejala penyakit.

Namun, hanya beberapa spesies hantavirus yang diketahui dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Virus ini dinamai berdasarkan Sungai Hantan di Korea Selatan, tempat lebih dari 3.000 tentara jatuh sakit setelah terinfeksi selama Perang Korea pada 1950 hingga 1953.

Cara Penularan

Ilustrasi Virus Ransomware <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi Virus Ransomware (Pixabay)

CDA menjelaskan bahwa penularan hantavirus kepada manusia biasanya terjadi ketika seseorang menghirup debu yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Risiko penularan meningkat terutama saat membersihkan atau mengganggu area yang terdapat aktivitas tikus.

Untuk mengurangi risiko infeksi, masyarakat yang bepergian ke wilayah dengan kasus hantavirus disarankan untuk:

* Menghindari kontak dengan hewan pengerat dan area yang terkontaminasi
* Menjaga kebersihan tempat tinggal atau penginapan
* Menggunakan kain lembap atau pel saat membersihkan permukaan, bukan menyapu kering
* Menjaga kebersihan diri
* Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit

CDA menambahkan bahwa hantavirus Andes yang ditemukan di beberapa wilayah Amerika Selatan diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia.

“Mode penularan untuk kasus-kasus yang terkait dengan MV Hondius masih dalam penyelidikan,” ujar CDA.

Badan tersebut juga mengingatkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penularan antarmanusia belum dapat dikesampingkan. WHO meminta seluruh penumpang yang pernah berada di atas MV Hondius untuk memantau kondisi kesehatan dan segera mencari bantuan medis apabila mengalami gejala.

Kepala kesiapsiagaan epidemi WHO, Maria Van Kerkhove, pada Senin mengatakan bahwa berdasarkan wabah-wabah sebelumnya, “risiko keseluruhan bagi masyarakat umum tergolong rendah.”

x|close