2 WNA Tewas Saat Gunung Dukono Meletus, Satu Pendaki Masih Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 16:59
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Gunung Dukono Halmahera Utara Maluku Gunung Dukono Halmahera Utara Maluku (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat, 8 Mei 2026, memakan korban jiwa. Dua warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia diduga akibat terdampak aktivitas letusan gunung api tersebut saat berada di kawasan puncak.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlicson, membenarkan adanya laporan korban meninggal dunia dalam peristiwa erupsi Gunung Dukono.

“Laporan dari BPBD terdapat 2 korban meninggal dunia, keduanya merupakan WNA,” jelas Erlicson.

Dua korban yang dilaporkan meninggal diketahui bernama Sahnaz dan Timo yang diduga merupakan warga negara Singapura. Selain itu, satu orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Erupsi Gunung Dukono terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer dari atas puncak gunung.

Baca Juga: Polda Metro Jaya: 12 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Masih Dirawat

Aktivitas vulkanik itu juga terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm dan berlangsung selama 967 detik. Selain semburan abu vulkanik, letusan turut disertai suara dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu berwarna gelap bergerak condong ke arah utara. Kondisi tersebut meningkatkan potensi hujan abu vulkanik di wilayah permukiman warga hingga Kota Tobelo.

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Dukono, pihak pengamatan gunung api menegaskan bahwa kawasan kawah sebenarnya telah ditutup untuk aktivitas pendakian sejak pertengahan April 2026.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, mengatakan larangan tersebut diberlakukan karena aktivitas gunung terus mengalami peningkatan.

"Kami sudah tidak mengizinkan adanya pendakian ke kawasan kawah Gunung Dukono. Untuk saat ini pendakian ke area kawah dengan radius 4 kilometer masih ditutup," ucap Bambang.

Meski larangan resmi telah dikeluarkan, para pendaki diduga tetap memasuki kawasan puncak tanpa melakukan pelaporan kepada petugas pos pemantauan.

Menurut Bambang, kondisi itu membuat pihaknya tidak mengetahui secara pasti jumlah pendaki yang berada di area gunung saat erupsi terjadi.

Baca Juga: Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026

"Waktu mereka naik itu tidak melapor ke kami di pos, sehingga kami tidak mengetahui berapa jumlah pendaki yang berada di atas," katanya.

Informasi mengenai adanya korban meninggal dunia pertama kali diperoleh dari laporan rekan-rekan korban yang turun dari kawasan puncak dalam kondisi panik dan trauma usai letusan terjadi.

Saat ini tim SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri dan relawan masih bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap satu korban yang dilaporkan hilang. Selain itu, proses evakuasi dua jenazah pendaki juga masih berlangsung.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius mengenai bahaya aktivitas pendakian di kawasan gunung api aktif, terutama ketika status aktivitas vulkanik meningkat dan larangan resmi dari otoritas telah diberlakukan.

Gunung Dukono sendiri merupakan gunung api tipe strato yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara, dengan ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut.

x|close