12 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Masih Dirawat, Polda Metro Periksa 39 Saksi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 16:49
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr. Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 12 korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur hingga kini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi terkait unsur teknis perkeretaapian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan data terbaru menunjukkan masih ada belasan korban yang dirawat intensif pascakecelakaan maut tersebut.

“Per tanggal 7 Mei 2026 pukul 13.00 WIB, masih terdapat 12 orang korban yang masih menjalani rawat inap di 7 rumah sakit,” kata Budi saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5).

Ia merinci, lima korban dirawat di RSUD Kota Bekasi, satu korban di RS Mitra Bekasi Timur, dua korban di RS Primaya Bekasi Timur, satu korban di RSUD Kabupaten Bekasi, satu korban di RS MMC Kuningan Jakarta, satu korban di RS Primaya Barat, serta satu korban lainnya dirawat di RS Eka Hospital Harapan Indah.

Baca Juga: Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Siapa Tersangka?

Di sisi lain, proses penyidikan juga terus berjalan. Pada Jumat (8/5), penyidik memeriksa tiga saksi dari Daop 1 PT KAI guna mendalami aspek teknis operasional perjalanan kereta.

Ketiga saksi tersebut yakni AP selaku Kepala Sinyal dan Telekomunikasi, CN sebagai Petugas Pengawas Selatan, serta MAH yang bertugas sebagai Customer Service on Train Kereta Api Listrik.

Selain pemeriksaan terbaru itu, Polda Metro Jaya menyebut total sudah ada 39 saksi yang dimintai keterangan dalam perkara tersebut. Para saksi berasal dari berbagai pihak, mulai dari pelapor, saksi mata di lokasi kejadian, korban selamat, pengendara taksi listrik, hingga perwakilan PT KAI dan pihak Green SM.

“Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online,” sebut Budi.

Menurut Budi, proses pemeriksaan dilakukan secara paralel bersama Puslabfor Bareskrim Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

Baca Juga: Imigrasi Ringkus 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam

Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Peristiwa itu menewaskan 16 penumpang. Seluruh korban meninggal diketahui berada di gerbong perempuan yang menjadi bagian paling parah terdampak dalam tabrakan tersebut.

Insiden bermula ketika sebuah taksi Green SM mogok di perlintasan sebidang di Jalan Ampera, Jakarta Timur. Kendaraan yang tidak sempat dievakuasi itu kemudian tertabrak KRL relasi Cikarang–Kampung Bandan yang tengah melintas.

Benturan dengan mobil taksi menyebabkan perjalanan KRL menuju Cikarang terganggu. Kereta kemudian tertahan di Stasiun Bekasi Timur sambil menunggu jalur dinyatakan aman.

Dalam waktu bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan disebut tidak mengetahui adanya KRL yang berhenti di jalur tersebut karena menunggu proses pengamanan lintasan.

x|close