WHO Ungkap Virus Andes Jadi Penyebab Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 16:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fatal, terdeteksi di MV Hondius, yang sedang berlayar dari Argentina di Atlantik Selatan menuju Cabo Verde di lepas pantai barat Afrika. ANTARA/Emin Yoğurtcuoğlu - Anadolu Agency/pri. Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fatal, terdeteksi di MV Hondius, yang sedang berlayar dari Argentina di Atlantik Selatan menuju Cabo Verde di lepas pantai barat Afrika. ANTARA/Emin Yoğurtcuoğlu - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - Direktur Jenderal World Health Organization Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa lima dari delapan kasus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius telah dipastikan sebagai infeksi virus Andes, yakni jenis hantavirus langka yang memiliki kemampuan penularan terbatas antarmanusia.

Wabah tersebut sejauh ini dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Kasus wabah di kapal pesiar itu tercatat menginfeksi delapan orang.

Dari jumlah tersebut, tiga korban dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: 2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

Dalam konferensi pers daring, Tedros menjelaskan bahwa lima pasien yang mengalami gejala telah dipastikan positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Sementara itu, tiga orang lainnya masih dikategorikan sebagai kasus suspek.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ada penumpang maupun awak kapal lain yang menunjukkan gejala tambahan.

Namun, WHO mengetahui adanya laporan mengenai individu lain yang mengalami gejala dan diduga pernah melakukan kontak dengan salah satu penumpang kapal tersebut.

Seluruh kasus yang berkaitan dengan wabah tersebut kini masih berada dalam pengawasan ketat otoritas kesehatan terkait.

Virus Andes sendiri merupakan hantavirus langka yang umumnya ditemukan di kawasan Amerika Selatan.

Virus ini ditularkan melalui hewan pengerat dan diketahui memiliki kemampuan penularan terbatas dari manusia ke manusia.

Menurut WHO, berdasarkan sejumlah wabah sebelumnya, penularan virus Andes biasanya terjadi melalui kontak dekat dalam waktu lama, terutama di lingkungan keluarga serumah maupun tenaga kesehatan yang menangani pasien.

Baca Juga: Afrika Selatan Deteksi Strain Andes Hantavirus yang Bisa Menular Antar Manusia

"Mengingat masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam pekan, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan," kata Tedros, seraya menambahkan bahwa WHO menilai risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan masih rendah.

Saat ini, MV Hondius sedang melanjutkan pelayaran menuju Kepulauan Canary.

Selama proses disinfeksi berlangsung, seluruh penumpang diminta tetap berada di dalam kabin masing-masing.

WHO juga menegaskan bahwa siapa pun yang mulai menunjukkan gejala akan segera dipisahkan dan menjalani isolasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

(Sumber: Antara)

x|close