Presiden Filipina Ajak ASEAN Bersatu Hadapi Ketidakpastian Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 13:21
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) berfoto bersama dengan pose khas “ASEAN handshake” saat upacara pembukaan KTT Ke-48 ASEAN dan Pertemuan Terkait di Mectan Expo, Cebu, Filipina, Jumat 8 Mei 2026. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden. Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) berfoto bersama dengan pose khas “ASEAN handshake” saat upacara pembukaan KTT Ke-48 ASEAN dan Pertemuan Terkait di Mectan Expo, Cebu, Filipina, Jumat 8 Mei 2026. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden. (Antara)

Ntvnews.id, Filipina - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengajak seluruh pemimpin negara Asia Tenggara untuk tetap bersatu dan kokoh menghadapi ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik global saat membuka secara resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam pidato pembukaannya di hadapan para kepala negara dan pemerintahan ASEAN, Marcos menyampaikan bahwa kawasan Asia Tenggara kini berada pada situasi yang sangat penting di tengah berbagai disrupsi dan konflik global yang memengaruhi ekonomi, kehidupan masyarakat, hingga stabilitas regional.

"Kita bertemu di tengah tantangan besar yang terjadi di kawasan kita dan lebih jauh lagi," kata Presiden Filipina saat menyoroti dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap ASEAN.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Upacara Pembukaan KTT ASEAN ke-48, Disambut Hangat Presiden Filipina

Menurut Marcos, berbagai tantangan yang dihadapi kawasan justru menjadi alasan bagi ASEAN untuk terus melanjutkan agenda kerja sama regional.

"Tugas-tugas ASEAN harus dilanjutkan, bukan karena tantangannya, tetapi karena waktu menuntut jawaban kita atas tantangan tersebut," ucap dia, menambahkan.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah Filipina melakukan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan rangkaian pertemuan ASEAN, termasuk mengurangi agenda non-esensial dan mengubah beberapa kegiatan menjadi format daring.

Langkah itu dilakukan guna merespons tekanan ekonomi dan energi yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, Marcos memastikan komitmen ASEAN untuk menjaga koordinasi dan kerja sama regional tetap berjalan kuat melalui pertemuan para menteri luar negeri, ekonomi, pertanian, dan energi.

Presiden Filipina itu kembali menegaskan bahwa kekuatan utama ASEAN terletak pada solidaritas antarnegara anggotanya, terutama dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu seperti sekarang.

"ASEAN senantiasa mendapatkan kekuatannya bukan dari keseragaman, tetapi dari persatuannya," kata dia.

Sebelum pembukaan resmi KTT ASEAN ke-48, Presiden Marcos bersama Ibu Negara Liza Araneta-Marcos menyambut langsung para pemimpin ASEAN beserta pendamping yang hadir di lokasi acara.

Baca Juga: Terpopuler: Prabowo Pakai Maung Hadiri KTT ASEAN, 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Diidentifikasi

Beberapa pemimpin negara ASEAN yang hadir di antaranya Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden RI Prabowo Subianto, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Selain itu, turut hadir Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, serta Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung.

Sementara itu, Myanmar diwakili oleh Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri U Hau Khan Sum.

(Sumber: Antara)

x|close