Jepang Tembakan Rudal di Dekat Taiwan, China Ngamuk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 10:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Rudal balistik. Ilustrasi Rudal balistik. (ANTARA/Anadolu)

Ntvnews.id, Beijing - Jepang meluncurkan rudal dan menenggelamkan kapal perang bekas di perairan sekitar Filipina dan Taiwan. Aksi tersebut memicu kemarahan China yang menilai langkah Tokyo sebagai bagian dari upaya memperkuat militer.

Dilansir dari AFP, Jum'at, 8 Mei 2026, Peluncuran rudal itu dilakukan dalam latihan militer gabungan Balikatan yang melibatkan pasukan dari Amerika Serikat, Australia, Filipina, Jepang, Prancis, Selandia Baru, dan Kanada. Latihan tersebut berlangsung selama 19 hari dan dijadwalkan berakhir pada Jumat.

Dalam latihan itu, pasukan Jepang menembakkan dua rudal tipe 88 yang menghantam kapal korvet milik Angkatan Laut Filipina yang sudah dipensiunkan.

Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro bersama Menteri Pertahanan Filipina Gilberto C Teodoro turut menyaksikan peluncuran rudal di Provinsi Ilocos Norte, sekitar 400 kilometer dari Taiwan.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin Edar 11 Produk Kosmetik Berbahaya-Ilegal, Ada Selsun hingga Madam Gie

"Partisipasi berkelanjutan Pasukan Bela Diri Jepang dalam pelatihan lapangan selama Latihan Balikatan 41-26 yang diselenggarakan bersama oleh Filipina dan Amerika Serikat, melambangkan pendalaman kerja sama operasional antara kedua negara," demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Jepang usai pertemuan Shinjiro dan Gilberto.

Sebelumnya, kedua menteri pertahanan menggelar pertemuan bilateral pada 5 Mei 2026. Dalam pembicaraan tersebut, Jepang dan Filipina sepakat memperkuat kerja sama keamanan serta mengecam tindakan sepihak China di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

"Kedua menteri menegaskan kembali penolakan keras mereka terhadap setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan di Laut China Timur dan Laut China Selatan," lanjut pernyataan resmi Kemhan Jepang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (3/3/2025).  <b>(Antara)</b> Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (3/3/2025). (Antara)

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang terus meningkatkan kemampuan militernya dan mempererat kerja sama pertahanan dengan sejumlah negara sekutu di kawasan, termasuk Filipina.

Namun, latihan militer di dekat Taiwan tersebut memicu reaksi keras dari Beijing. China menuding Jepang kembali menunjukkan kecenderungan remiliterisasi.

"Ini contoh lain upaya kelompok sayap kanan Jepang untuk remiliterisasi Jepang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin Edar 11 Produk Kosmetik Berbahaya-Ilegal, Ada Selsun hingga Madam Gie

Lin Jian juga menuding Jepang belum sepenuhnya merefleksikan sejarah masa lalunya dan kini kembali mengirim kekuatan militer ke luar negeri dengan alasan kerja sama keamanan.

Hubungan China dan Jepang sendiri belakangan diketahui semakin memburuk. Pemerintah China bahkan sempat mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

x|close