WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di MV Hondius Bukan Awal Pandemi Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 13:56
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Foto yang diambil pada 21 Mei 2023 ini memperlihatkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan kantor pusat WHO di latar belakang di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Lian Yi) Foto yang diambil pada 21 Mei 2023 ini memperlihatkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan kantor pusat WHO di latar belakang di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Lian Yi) (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - World Health Organization pada Kamis, 7 Mei 2026 menegaskan bahwa wabah hantavirus mematikan yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik bukan merupakan awal dari pandemi baru seperti COVID-19.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan situasi wabah tersebut sangat berbeda dibanding pandemi virus corona yang pernah melanda dunia.

"Ini bukan awal dari sebuah pandemi," kata Maria Van Kerkhove dalam konferensi pers di Jenewa, Kamis, 7 Mei 2026. Dia juga menegaskan bahwa "Ini bukan COVID."

Baca Juga: Cerita Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Jalani Isolasi Wabah Hantavirus

Menurut dia, pola penyebaran hantavirus tidak sama seperti virus corona yang menyebar luas secara global beberapa tahun lalu.

"Situasinya tidak sama seperti yang kita alami enam tahun lalu. Penyebarannya tidak seperti virus corona. Ini sangat berbeda," ujarnya.

Maria Van Kerkhove menjelaskan bahwa sebagian besar jenis hantavirus tidak memiliki kemampuan menular dari manusia ke manusia.

Baca Juga: 2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

"Sebagian besar hantavirus sama sekali tidak menular antarmanusia," ujarnya, seraya menambahkan bahwa virus tersebut umumnya menular kepada manusia melalui hewan pengerat, baik dari feses, air liur, maupun kotorannya.

Wabah hantavirus di MV Hondius sebelumnya dilaporkan menginfeksi sejumlah penumpang dan menyebabkan korban jiwa, sehingga menarik perhatian otoritas kesehatan internasional.

(Sumber: Antara)

x|close