China Kecam Serangan Tanker di Selat Hormuz, Ketegangan Kawasan Kian Memanas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 15:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Sejumlah kapal kargo berlabuh di dermaga peti kemas Pelabuhan Qingdao di Qingdao, Provinsi Shandong, China (30/4/2025). (ANTARA/Xinhua/Li Ziheng/aa.) Arsip - Sejumlah kapal kargo berlabuh di dermaga peti kemas Pelabuhan Qingdao di Qingdao, Provinsi Shandong, China (30/4/2025). (ANTARA/Xinhua/Li Ziheng/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Sebuah kapal tanker minyak milik perusahaan China dilaporkan menjadi sasaran serangan di kawasan mulut Selat Hormuz pada awal pekan ini. Informasi tersebut diungkap media China, Caixin, yang menyebut insiden terjadi di perairan dekat Pelabuhan Al Jeer, Uni Emirat Arab (UAE), pada Senin, 4 Mei 2026.

Dalam laporan itu disebutkan, serangan menyebabkan kebakaran pada bagian dek kapal tanker. Kapal tersebut diketahui memiliki penanda bertuliskan “China Owner & Crew” yang terlihat jelas di badan kapal. Insiden ini menjadi serangan pertama yang dilaporkan menimpa kapal asal China di kawasan strategis Selat Hormuz.

Baca Juga: Iran Bantah Terlibat Insiden Kapal Korsel di Selat Hormuz

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut disebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Situasi sempat mereda setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada 7 April. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata guna memberi waktu bagi Iran menyiapkan “proposal gabungan”.

Baca Juga: Iran Bantah Tuduhan Serang Kapal Korea Selatan di Selat Hormuz

Eskalasi konflik di kawasan turut berdampak pada jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang nyaris lumpuh. Selat tersebut merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia ke berbagai pasar dunia. Gangguan distribusi itu juga memicu kenaikan harga minyak global dalam beberapa waktu terakhir.

(Sumber: Antara)

x|close