Trump Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz, Ancam Serangan Brutal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 08:16
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri.) Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pasukan AS berhasil menghancurkan kapal-kapal milik Iran dalam serangan balasan. Trump bahkan memperingatkan bahwa Washington siap melancarkan serangan yang lebih brutal apabila Iran tidak segera menyetujui perjanjian damai.

Insiden ini terjadi setelah militer AS disebut terlibat kontak senjata dengan pasukan Iran di perairan strategis Selat Hormuz. Trump menyatakan tiga kapal perusak milik AS sempat diserang ketika melintasi kawasan tersebut, sebelum akhirnya tentara Amerika melakukan serangan balasan yang diklaim menghancurkan armada Iran.

Mengutip laporan AFP, Trump mengatakan kapal perang Amerika mendapat serangan dari rudal dan drone Iran saat melintas di Selat Hormuz. Meski begitu, ia mengklaim seluruh serangan berhasil digagalkan tanpa menimbulkan kerusakan pada kapal AS.

"Tiga Kapal Perusak Amerika Kelas Dunia baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses, di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran," tulis Trump di media sosial Truth Social.

Baca Juga: Uni Eropa Puji Kepemimpinan Prabowo dalam Penyelesaian CEPA Indonesia-UE

Trump juga menyebut armada Iran mengalami kerusakan besar dalam serangan balasan tersebut. Ia mengeklaim sejumlah kapal kecil yang digunakan Iran turut dihancurkan bersama kekuatan laut mereka.

"Mereka hancur total bersama dengan banyak kapal kecil yang digunakan untuk menggantikan Angkatan Laut mereka yang telah sepenuhnya hancur," tambah Trump.

Menurut Trump, rudal-rudal Iran yang diarahkan ke kapal perang AS berhasil dicegat. Sementara drone yang diluncurkan disebut langsung dihancurkan di udara oleh sistem pertahanan Amerika.

"Rudal ditembakkan ke kapal perusak kita, dan dengan mudah dijatuhkan. Demikian pula, drone datang, dan hangus terbakar di udara," jelas Trump.

Tak hanya mengklaim kemenangan militer, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Teheran. Ia mendesak Iran segera menandatangani kesepakatan damai dengan AS jika tidak ingin menghadapi serangan yang lebih besar.

"Kita akan menghancurkan mereka dengan lebih keras, dan lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka," ujar Trump.

Di sisi lain, pihak Iran menuding Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Komando pusat militer Iran menyatakan kapal tanker minyak mereka menjadi target serangan militer AS saat berada di jalur Selat Hormuz.

Iran menyebut kapal tanker tersebut bergerak dari wilayah pesisir Jask menuju Selat Hormuz ketika diserang. Selain itu, serangan juga dilaporkan terjadi terhadap kapal lain di dekat Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, AS juga disebut melakukan operasi militer di sejumlah titik lain di wilayah selatan Iran. Teheran menuding Washington bekerja sama dengan beberapa negara di kawasan dalam operasi tersebut.

Konflik terbaru ini memperlihatkan meningkatnya eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran di jalur perdagangan minyak paling vital dunia. Selat Hormuz sendiri selama ini menjadi titik strategis yang kerap memicu ketegangan geopolitik global karena dilalui sebagian besar distribusi minyak internasional.

x|close