Ntvnews.id, Istanbul - Angkatan bersenjata Iran, yakni Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), membantah tuduhan bahwa pihaknya meluncurkan serangan rudal maupun drone ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir.
Bantahan tersebut disampaikan melalui laporan media pemerintah IRIB pada Selasa, 5 Mei 2026.
IRIB mengutip pernyataan juru bicara Markas Besar IRGC Khatam al-Anbiya yang menegaskan bahwa Teheran tidak melakukan operasi militer seperti yang dituduhkan.
IRGC juga menolak klaim dari Kementerian Pertahanan UEA dan menyebut tuduhan tersebut “tidak berdasar”.
Baca Juga: Iran Bantah Rencana Serang UEA di Tengah Laporan Insiden di Fujairah
Selain itu, Iran memberikan peringatan bahwa setiap serangan terhadap negaranya yang berasal dari wilayah UEA akan dibalas secara tegas.
IRGC turut menuding bahwa UEA memberikan ruang bagi kehadiran pasukan Amerika Serikat dan Israel, serta mendesak otoritas setempat agar tidak menjadikan wilayahnya sebagai basis “kekuatan musuh”.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, di mana dalam dua hari berturut-turut dilaporkan adanya serangan yang menyasar wilayah UEA.
Di sisi lain, otoritas UEA menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal, rudal jelajah, dan drone yang disebut diluncurkan dari Iran.
Sebelumnya, serangan juga dilaporkan memicu kebakaran besar di kawasan industri minyak Fujairah.
Situasi di Timur Tengah semakin memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Jumat, 28 Februari 2026.
Aksi tersebut memicu balasan dari Teheran serta mengganggu stabilitas di jalur strategis Selat Hormuz.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui kesepakatan gencatan senjata pada Selasa, 8 April 2026, yang dimediasi oleh Pakistan.
Baca Juga: UEA Resmi Larang Warganya Bepergian ke Iran, Lebanon, dan Irak
Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu yang jelas.
Sementara itu, sejak Minggu, 13 April 2026, Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan jalur pelayaran Iran di kawasan perairan strategis, sehingga semakin menambah ketegangan di wilayah tersebut.
(Sumber: Antara)
Kilatan rudal melintas di atas Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu 28 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa. (Antara)