Trump Tolak Proposal Iran untuk Perdamaian, Nilai Tak Dapat Diterima

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mei 2026, 11:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu 03 Mei 2026 menyatakan bahwa dirinya telah menelaah proposal terbaru dari Iran terkait upaya penyelesaian konflik antara kedua negara.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa usulan tersebut tidak dapat diterima.

“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya  itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar Israel Kan.

Baca Juga: Iran Akan Sulap Bekas Lokasi Serangan AS-Israel di Kampus Jadi Museum

Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Israel disebut berjalan dengan sangat baik.

Sebelumnya pada hari yang sama, media Al Jazeera melaporkan dengan mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut bahwa Iran telah mengajukan rencana bertahap kepada AS untuk mencapai perdamaian jangka panjang.

Rencana itu mencakup tiga tahap utama, termasuk penghentian kegiatan pengayaan uranium selama 15 tahun.

Tahap pertama dari rencana tersebut berfokus pada penghentian seluruh bentuk permusuhan antara AS dan Iran dalam kurun waktu 30 hari.

Selain itu, akan diberlakukan gencatan senjata di kawasan, disertai kesepakatan non-agresi antara kedua negara yang turut melibatkan sekutu Iran di kawasan serta Israel.

Tidak hanya itu, tahap awal juga mencakup pembentukan mekanisme pemantauan internasional guna mengawasi potensi pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.

Baca Juga: Iran Tantang Trump Pilih Diplomasi atau Operasi Militer

Pada tahap kedua, Iran mengusulkan pembekuan aktivitas pengayaan uranium hingga 15 tahun, yang kemudian dilanjutkan dengan pembatasan tingkat pengayaan maksimal sebesar 3,6 persen sesuai prinsip penyimpanan nol zero storage.

Sementara itu, tahap ketiga yang bersifat jangka panjang mencakup dimulainya dialog strategis antara Iran dengan negara-negara Arab serta negara-negara tetangga di kawasan.

Dialog ini bertujuan membangun sistem keamanan bersama yang lebih stabil dan berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close