Ntvnews.id, Teheran - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Sabtu, 2 Mei 2026 mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut penyitaan kapal-kapal Iran oleh AS sebagai “perompakan”.
"Presiden AS secara terbuka menggambarkan penyitaan ilegal kapal-kapal Iran sebagai 'perompakan,' dengan berani membanggakan bahwa 'kami bertindak seperti perompak,'" kata Baghaei dalam sebuah unggahan di platform X.
"Ini bukan sekadar salah ucap. Ini adalah pengakuan langsung dan memberatkan tentang sifat kriminal dari tindakan mereka terhadap pelayaran maritim internasional," imbuhnya.
Sebelumnya, Trump pada Jumat, 1 Mei 2026 menyatakan bahwa Angkatan Laut AS bertindak “seperti perompak” dalam blokade terhadap pelabuhan Iran.
"Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," kata Trump dalam sebuah acara di Florida.
Baca Juga: Sudah 7 Minggu, Pemakaman Khamenei Ditunda karena Risiko Serangan Israel dan Amerika Serikat
Baghaei juga menyerukan kepada komunitas internasional, negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta Sekretaris Jenderal PBB untuk menolak segala bentuk normalisasi atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Amerika Serikat diketahui memberlakukan blokade terhadap Iran di Selat Hormuz setelah perundingan pascagencatan senjata dengan Teheran di Islamabad pada 11–12 April tidak menghasilkan kesepakatan.
Gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel mulai berlaku pada 8 April setelah sekitar 40 hari pertempuran.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan kota-kota lain di Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan senior serta warga sipil.
Baca Juga: Iran Klaim Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Wajib Izin
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan Timur Tengah.
Iran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz serta menutup jalur aman bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel dan AS.
(Sumber: Antara)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, berbicara saat konferensi pers di Teheran, Iran, pada 23 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. (Antara)