Ntvnews.id, Beijing - Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta Amerika Serikat (AS) menjaga stabilitas hubungan kedua negara menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing. China juga menegaskan bahwa Taiwan masih menjadi titik paling sensitif dalam hubungan Beijing-Washington.
Dilansir dari AFP, Minggu, 3 Mei 2026, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Wang Yi menyampaikan bahwa Beijing dan Washington harus "menjaga stabilitas yang telah susah payah diraih" dalam hubungan China-AS, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri China.
Percakapan tersebut turut menyinggung situasi Timur Tengah. China diketahui menjadi salah satu mitra utama Teheran, namun cenderung mengambil jarak setelah Trump bergabung dengan Israel dalam serangan terhadap Iran yang berdampak pada anjloknya harga minyak dunia.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi adanya pembicaraan telepon tersebut. Disebutkan bahwa komunikasi itu dilakukan untuk mengatur agenda perjalanan Trump, meski tanpa membeberkan rincian lebih lanjut.
Baca Juga: BI Luncurkan QRIS Lintas Negara Indonesia-China, Dorong Transaksi Digital dan Pariwisata
Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada 14-15 Mei mendatang untuk bertemu Presiden China Xi Jinping. Lawatan itu akan menjadi kunjungan pertama Trump ke negara rival utama AS tersebut sejak kembali menduduki Gedung Putih pada Januari 2025.
Sepanjang tahun pertama masa jabatan keduanya, hubungan Washington dan Beijing diwarnai ketegangan terkait perdagangan dan tarif. Ketegangan itu sempat mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan sengketa pada Oktober lalu, usai Trump dan Xi bertemu di Korea Selatan.
"Kedua belah pihak harus menjaga stabilitas yang telah diraih dengan susah payah, mempersiapkan diri dengan baik untuk interaksi tingkat tinggi yang penting, memperluas bidang kerja sama" dan mengelola perbedaan mereka, kata Wang kepada Rubio, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.
Peta Taiwan dan China (VOA)
Meski hubungan kedua negara dinilai "secara umum tetap stabil" di bawah kepemimpinan Trump dan Xi, Wang kembali menegaskan bahwa isu Taiwan menjadi perhatian utama Beijing.
Menurutnya, Wang "menekankan bahwa isu Taiwan menyangkut kepentingan inti China dan merupakan titik risiko terbesar dalam hubungan China-AS".
China terus menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu reunifikasi. Beijing juga berulang kali mengecam bantuan militer AS kepada Taiwan serta dukungan Washington terhadap Taipei di forum internasional.
Baca Juga: YouTuber AS Kulik Mobil Listrik China di Beijing Auto Show 2026: Murah, Canggih, dan Banyak Pilihan
"Amerika Serikat harus menghormati komitmennya dan membuat pilihan yang tepat, membuka perspektif baru untuk kerja sama bilateral dan melakukan bagiannya untuk mempromosikan perdamaian dunia," kata Wang.
Kementerian Luar Negeri China juga menyebut Wang dan Rubio telah "bertukar pandangan" mengenai situasi Timur Tengah, namun tidak menjelaskan lebih jauh isi pembahasan tersebut.
Menteri Luar Negeri China Wang (Antara)