Ntvnews.id, Taheran - Mohsen Rezaei melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kemungkinan agresi baru terhadap Iran. Rezaei menegaskan bahwa kelanjutan konflik akan menjadi “bencana” bagi Washington.
"Sejarah akan mencatat bahwa bangsa Iran menenggelamkan kekuatan adidaya Amerika di Teluk Persia dan Laut Oman," kata Rezaei, yang juga mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dilansir dari Press TV, Jumat, 1 Mei 2026.
"Para personel militer Amerika memperingatkan jika negara tersebut melanjutkan perang, ada kemungkinan kapal-kapal mereka akan ditenggelamkan dan tentara-tentara mereka terbunuh," imbuhnya.
Rezaei yang juga anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran menyatakan bahwa apabila agresi kembali terjadi, maka Amerika Serikat harus siap menghadapi konsekuensi besar, termasuk kemungkinan pasukannya ditawan.
"seharusnya mengharapkan bahwa kami akan menawan sejumlah besar pasukan mereka". jelasnya.
Baca Juga: Trump Klaim Ada Kemajuan Negosiasi dengan Iran, Tak Libatkan Mojtaba Khamenei
Peringatan tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam proposal itu, Teheran menawarkan pembukaan jalur pelayaran tersebut dengan syarat blokade laut AS dicabut.
Namun Trump menegaskan blokade laut tetap akan dipertahankan hingga tercapai kesepakatan nuklir antara Washington dan Teheran.
Selain menawarkan pembukaan Selat Hormuz, Iran juga mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklir ditunda ke tahap negosiasi berikutnya setelah blokade laut dihentikan.
Di tengah kebuntuan diplomatik tersebut, sejumlah sumber yang dikutip media AS Axios menyebut Komando Pusat Amerika Serikat tengah menyiapkan opsi serangan udara cepat dan intensif terhadap Iran.
Meski demikian, sumber yang sama menyebut Trump hingga kini belum memberikan izin untuk tindakan militer apa pun.
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. (Antara)
Trump sendiri disebut menghadapi tekanan politik domestik agar segera mengakhiri perang dengan Iran. Konflik tersebut dinilai tidak populer, bahkan di kalangan sebagian pendukungnya sendiri, serta berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di AS dan memicu kekhawatiran di antara sekutu Washington.
Dalam pernyataannya, Rezaei juga menawarkan apa yang disebut sebagai “opsi paling hemat biaya” bagi Amerika Serikat, yakni menerima 10 syarat yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang.
Beberapa syarat tersebut mencakup penghentian permanen agresi terhadap Iran, penghentian konflik di seluruh front, pencabutan sanksi yang disebut ilegal, hingga pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Massa menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). /ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)