Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut telah memerintahkan para pembantunya untuk menyiapkan langkah menghadapi kemungkinan blokade berkepanjangan terhadap Iran.
Mengutip pejabat AS, laporan The Wall Street Journal , Kamis, 30 April 2026, menyebutkan bahwa dalam sejumlah pertemuan terbaru, Trump memutuskan untuk tetap meningkatkan tekanan terhadap ekonomi serta ekspor minyak Iran dengan cara menghambat aktivitas pengiriman menuju dan dari pelabuhan negara tersebut.
“Presiden menilai bahwa pilihan lainnya -,melanjutkan pengeboman atau meninggalkan konflik,- membawa risiko lebih besar daripada mempertahankan blokade, tambah para pejabat,” demikian isi laporan tersebut, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 30 April 2026.
Amerika Serikat bersama Israel diketahui melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Langkah itu memicu respons Teheran melalui serangan yang menyasar apa yang disebut sebagai kepentingan AS di berbagai kawasan, terutama di negara-negara Teluk.
Baca Juga: Ketua DPR AS Soroti Perlindungan Trump Usai Insiden Penembakan
Gencatan senjata kemudian diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Setelah itu, pembicaraan lanjutan digelar di Islamabad pada 11-12 April, namun perundingan tersebut berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan.
Trump selanjutnya menyatakan bahwa masa gencatan senjata diperpanjang atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal dari Teheran.
Pada Senin lalu, Trump juga memberi sinyal bahwa dirinya kemungkinan tidak akan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang. Proposal tersebut mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara isu mengenai program nuklir Iran akan dibahas dalam negosiasi berikutnya.
Arsip Foto - Donald Trump saat berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/3/2013). (Foto: ANTARA/Flickr/Gage Skidmore/am) (Antara)