Sambut Raja Charles di Gedung Putih, Trump Sebut Inggris Sahabat Terdekat AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 10:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Raja Charles III berjalan menuju Istana St. James setelah bertemu kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dengan sejumlah filantr Raja Charles III berjalan menuju Istana St. James setelah bertemu kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dengan sejumlah filantr (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Donald Trump menyambut kunjungan kenegaraan Raja Charles III di Gedung Putih. Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa Inggris merupakan sekutu terdekat Amerika Serikat.

Dilansir dari AFP, Rabu, 29 April 2026, Trump menyampaikan pidato resmi dalam agenda kenegaraan itu. Pernyataannya dinilai kontras dengan kritik yang sebelumnya ia lontarkan kepada pemerintah Inggris karena tidak ikut terlibat dalam konflik melawan Iran.

"Selama berabad-abad sejak kita meraih kemerdekaan, Amerika tidak pernah memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris," kata Trump, merujuk pada momen peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan koloni AS dari pemerintahan Inggris.

Trump juga menekankan eratnya hubungan kedua negara yang selama ini dikenal memiliki ikatan khusus.

"(AS dan Inggris memiliki) hubungan khusus, dan kami berharap hubungan itu akan selalu tetap seperti itu," katanya.

Selain itu, Trump turut memberikan pujian kepada militer Inggris. Ia menyebut kerja sama dengan AS menjadi pilihan terbaik, meskipun sebelumnya sempat mengejek dua kapal induk Inggris dengan menyebutnya sebagai mainan.

Baca Juga: Viral, Pastor Irlandia Doakan Trump “Diambil Tuhan”

Dalam kunjungan tersebut, Raja Charles berjabat tangan dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Usai pidato Trump, empat jet tempur AS melakukan atraksi udara di atas Gedung Putih. Atraksi tersebut disaksikan langsung oleh Trump, Raja Charles, Ratu Camilla, serta Ibu Negara Melania Trump.

Pengamanan selama kunjungan berlangsung sangat ketat. Langkah itu dilakukan setelah insiden penembakan yang terjadi pada Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih beberapa hari sebelumnya, yang juga dihadiri Trump.

Pada hari pertama kunjungan, suasana berlangsung lebih santai ketika keluarga Trump menjamu Raja Charles dan Ratu Camilla dengan teh serta kue di Gedung Putih sebelum memperlihatkan area sarang lebah yang berada di halaman kompleks tersebut.

Arsip foto - 9 Oktober 2023, Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. <b>(Antara)</b> Arsip foto - 9 Oktober 2023, Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. (Antara)

Sementara pada hari kedua kunjungan kenegaraan yang berlangsung selama empat hari itu, Raja Charles dijadwalkan berpidato di Kongres AS. Dalam pidatonya, ia diperkirakan akan menyerukan pentingnya “rekonsiliasi dan pembaruan” di tengah hubungan kedua negara yang sempat memanas.

Pertemuan ini berlangsung di tengah situasi sensitif setelah Trump dikabarkan kecewa terhadap keputusan London yang menolak membantu perang AS melawan Iran.

Dalam pidato berdurasi sekitar 20 menit itu, Raja Charles juga diperkirakan akan menyampaikan pesan diplomatik kepada Trump dengan menegaskan bahwa menjaga nilai-nilai demokrasi bersama merupakan hal penting bagi kebebasan dan kesetaraan.

Baca Juga: Trump Sebut Pelaku Penembakan Gala Dinner Gedung Putih Anti-Kristen

"Berkali-kali, kedua negara kita selalu menemukan cara untuk bersatu," demikian yang diperkirakan akan dikatakannya.

Meski demikian, Raja Charles disebut menghadapi tantangan besar untuk meredakan ketegangan dengan Trump dalam jangka panjang.

Trump sebelumnya beberapa kali melontarkan kritik kepada Perdana Menteri Keir Starmer terkait sikapnya terhadap perang, termasuk kebijakan imigrasi dan energi Inggris.

x|close