Iran Ajukan Tawaran Buka Selat Hormuz dengan Syarat Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 06:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran dikabarkan menawarkan kepada Amerika Serikat untuk menghentikan blokade di Selat Hormuz tanpa membahas isu program nuklirnya. Informasi ini disampaikan oleh dua pejabat kawasan yang mengetahui isi proposal tersebut.

Dilansir dari AFP, Selasa, 28 April 2026, yang mengutip kedua pejabat anonim itu, Iran juga menginginkan agar AS menghentikan blokade terhadap negaranya sebagai bagian dari kesepakatan yang diajukan.

Proposal terbaru tersebut disampaikan kepada pihak AS melalui Pakistan. Namun, usulan ini dinilai kecil kemungkinan mendapat persetujuan dari Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menegaskan keinginannya agar program nuklir Iran dihentikan sebagai bagian dari kesepakatan menyeluruh, termasuk terkait Selat Hormuz demi tercapainya gencatan senjata permanen.

"Kita memiliki semua kartu. Jika mereka ingin berbicara, mereka dapat datang kepada kita, atau mereka dapat menghubungi kita," kata Trump kepada Fox News Channel.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Masih Lakukan Pendalaman atas Kecelakaan KA di Bekasi

Media Axios menjadi yang pertama melaporkan adanya proposal dari Iran tersebut.

Axios juga mengutip seorang sumber yang menyebut bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah "menjelaskan kepada para mediator Pakistan, Mesir, Turki, dan Qatar selama akhir pekan lalu, bahwa tidak ada konsensus di dalam kepemimpinan Iran tentang bagaimana menanggapi tuntutan AS."

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Trump dijadwalkan menggelar pertemuan di Gedung Putih pada Senin, 27 April 2026 waktu setempat bersama tim keamanan nasional dan penasihat kebijakan luar negeri utamanya untuk membahas isu Iran.

x|close