Jakarta Fair Kemayoran 2026 Dibuka, Pramono Bidik Transaksi Tembus Rp8 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 01:07
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Juni 2026 malam.

Ajang pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara ini kembali hadir sebagai salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta Fair telah menjadi ikon tahunan yang melekat dengan perayaan ulang tahun ibu kota. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi momentum penting menjelang perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, sehingga harus dipersiapkan secara baik.

"Jakarta Fair Kemayoran merupakan salah satu ikon perayaan ulang tahun Kota Jakarta. Tahun depan Jakarta akan menyambut usia 500 tahun, sebuah momentum yang sangat spesial dan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia optimistis Jakarta Fair 2026 mampu mencatatkan capaian yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Ia menargetkan jumlah pengunjung menembus enam juta orang dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp8 triliun.

Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan Jakarta Fair sebagai ajang promosi dan pemasaran produk.

"Saya berharap tahun depan lebih meriah, pengunjungnya lebih banyak, dan transaksi UMKM bisa melampaui Rp9 triliun. Kalau tahun ini bisa mencapai Rp8 triliun, maka itu menjadi pencapaian yang sangat baik," ungkapnya.

Baca Juga: Pramono Soal Konser BIGBANG di JIS: Asal Tidak Merusak Rumput

Jakarta Fair Kemayoran 2026 resmi dibuka <b>(Jiexpo)</b> Jakarta Fair Kemayoran 2026 resmi dibuka (Jiexpo)

Data tahun sebelumnya menunjukkan Jakarta Fair berhasil menarik sekitar 5,9 juta pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp7,3 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa event tahunan ini terus memberikan kontribusi signifikan terhadap roda perekonomian Jakarta.

Pramono menilai Jakarta Fair bukan sekadar tempat hiburan masyarakat, melainkan juga ruang strategis yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan konsumen dalam satu ekosistem bisnis yang produktif.

Melalui ajang ini, berbagai sektor usaha dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan transaksi, hingga membuka peluang investasi baru yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jakarta dan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta International Expo sekaligus Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya, mengungkapkan bahwa pameran berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026.

Tahun ini, Jakarta Fair menghadirkan sekitar 2.800 perusahaan peserta dengan total 1.800 stan pameran yang menampilkan beragam produk unggulan dari berbagai sektor industri.

"Tahun ini terdapat 2.800 perusahaan yang berpartisipasi dengan 1.800 stan pameran. Peserta terdiri dari pelaku UMKM, perusahaan nasional, hingga perusahaan internasional," terangnya.

Tak hanya menghadirkan pameran bisnis dan perdagangan, Jakarta Fair Kemayoran 2026 juga menyuguhkan berbagai hiburan menarik untuk masyarakat. Sejumlah agenda unggulan yang siap memeriahkan acara antara lain konser musik yang menampilkan sekitar 150 band nasional, parade karnaval, kontes Miss Jakarta Fair, wahana permainan anak, festival kuliner nusantara, hingga pertunjukan pesta kembang api.

Beragam kegiatan tersebut menjadikan Jakarta Fair sebagai destinasi favorit masyarakat untuk berbelanja, berwisata, sekaligus menikmati hiburan bersama keluarga.

Mengusung tema “Jakarta Fair Sebagai Wadah Pameran Multiproduk, Hiburan, dan Pertemuan Bisnis untuk Mendorong Perdagangan serta Investasi dari UMKM hingga Industri Nasional dan Internasional”, penyelenggaraan tahun ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, investor, industri kreatif, dan masyarakat.

x|close