Pramono Instruksikan Jajaran Perkuat Koordinasi untuk Jaga Kondusivitas Matraman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 21:12
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Senin, 27 Juli 2026 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Senin, 27 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum serta berbagai elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," kata Pramono di Balai Kota, Senin, 27 Juli 2026.

Pramono juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang terjadi di kawasan Matraman. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum agar menangani kasus tersebut secara profesional melalui proses penyidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Baca Juga: 188 Personel Gabungan Amankan Kawasan Tambak dan Matraman Pascabentrokan

"Saya juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum. Sekali lagi saya mengajak, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka Jaga Jakarta menjadi penting dalam kondisi yang seperti ini," ungkap Pramono.

Diketahui, bentrokan terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara kepolisian, insiden bermula saat dua orang yang mengendarai sepeda motor menggeber-geber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk yang berjualan di depan Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam. Setelah mendapat teguran karena menimbulkan kebisingan, keduanya meninggalkan lokasi.

Namun, tidak lama kemudian mereka kembali bersama sekitar lima orang lainnya. Kelompok tersebut diduga merusak gerobak milik pedagang dan melakukan penganiayaan terhadap warga.

Peristiwa itu memicu perlawanan dari warga sekitar hingga bentrokan meluas ke kawasan Jalan Tambak yang diduga menjadi lokasi tempat tinggal kelompok tersebut. Kedua kubu kemudian terlibat aksi saling lempar batu dan berbagai benda lainnya yang mengakibatkan sejumlah bangunan serta kendaraan terbakar.

Baca Juga: 7 Orang Ditetapkan Tersangka Buntut Bentrokan Maut Jalan Tambak Menteng

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera membubarkan bentrokan, mengevakuasi korban, serta mengamankan sejumlah orang untuk menjalani pemeriksaan.

Akibat kejadian tersebut, dua orang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satu korban berinisial K (23) meninggal dunia setelah menjalani perawatan, sementara satu korban lainnya masih berada dalam kondisi kritis.

(Sumber: Antara)

x|close