Efek Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 17:31
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Peninjauan pengelolaan sampah sebagai bagian dari percepatan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan penyediaan energi bersih. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah RI/Kementerian Lin Peninjauan pengelolaan sampah sebagai bagian dari percepatan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan penyediaan energi bersih. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah RI/Kementerian Lin (Bakom RI)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah bersama Danantara secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali pada Rabu, 8 Juli 2026 lalu.

Fasilitas yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2027 ini mampu mengolah hingga 1.500 ton atau 80 sampai 90 persen sampah harian menjadi energi listrik.

PSEL Bali diproyeksikan menjadi pelopor dan tolok ukur pengelolaan sampah nasional. Ke depannya, infrastruktur serupa akan dibangun di wilayah dengan timbulan sampah besar dan berstatus darurat sampah, seperti Kota Bekasi, Bogor Raya, serta delapan lokasi strategis lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Laksmi Widyajayanti, menjelaskan dampak strategis dari pembangunan proyek ini.

Baca juga: Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

“Implementasi kebijakan ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus meningkatkan pasokan energi bersih nasional untuk memperkuat ketahanan energi, serta menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs), peningkatan investasi teknologi ramah lingkungan, serta terbentuknya ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Laksmi, Senin, 27 Juli 2026.

Meski didukung teknologi pengolahan canggih di hilir, Laksmi mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tetap bergantung pada kesadaran masyarakat di tingkat hulu.

“Dengan adanya PSEL, bukan berarti semua sampah dapat dicampur. Pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci yang harus dimulai dari diri sendiri, 1 tetap menjadi langkah yang sangat penting yang kami harapkan dari seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pembangunan PSEL ini merupakan wujud nyata dari transformasi pengelolaan sampah nasional. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran.

x|close