Juru Parkir Ungkap Kesaksian Penemuan Jenazah Sutrimo di Klinik Kebayoran Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 20:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 27 Juli 2026. Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 27 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang juru parkir bernama Deni memberikan kesaksian terkait penemuan jenazah pria bernama Sutrimo di sebuah klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.

Deni mengaku melihat kondisi korban dari kejauhan saat jenazah ditemukan. Ia menyebut terdapat busa yang terlihat dari bagian hidung atau mulut korban.

"Waktu saya lihat itu berbusa dari hidung saja apa dari mulut kali, ya? Enggak tahu, soalnya dari jauh," kata Deni kepada wartawan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Deni, dirinya tidak mengenal korban dan belum pernah berinteraksi dengan Sutrimo sebelum kejadian tersebut.

Baca JugaPolisi Lakukan Olah TKP Kematian Sutrimo di Depan Klinik Kebayoran Baru

Ia juga mengatakan Klinik Mordent yang menjadi lokasi penemuan korban sudah lama tidak beroperasi. Bangunan tersebut disebut telah kosong selama kurang lebih satu tahun.

"Sudah kosong. Enggak ada aktivitas. Mobil juga enggak pernah masuk, paling motor," ucapnya.

Deni baru mengetahui adanya penemuan jenazah setelah dirinya bangun sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, sejumlah orang sudah berkumpul di sekitar area klinik.

Ia melihat korban berada di halaman bagian dalam pagar klinik dengan kondisi tertutup sprei. Tidak lama setelah itu, ambulans datang untuk melakukan evakuasi.

Baca JugaKronologi Kematian Pria Bernama Sutrimo yang Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Klinik Kebayoran Baru

Meski berada di sekitar lokasi, Deni mengaku tidak mengetahui siapa pihak pertama yang menemukan korban maupun orang yang menghubungi ambulans.

Sementara itu, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo. Polisi mengumpulkan berbagai bukti, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, polisi membuka garis polisi berwarna kuning yang terpasang di pagar klinik sekitar pukul 13.11 WIB.

Sejumlah anggota Tim Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) terlihat memasuki area dalam klinik dengan membawa beberapa barang. Barang tersebut di antaranya kotak hitam, bantal dengan sprei hijau, serta sejumlah benda yang dimasukkan ke dalam plastik bening.

Petugas juga membuka pintu masuk klinik dan melepas garis polisi yang sebelumnya membatasi area tersebut.

Kondisi klinik terlihat sepi dengan banyak daun kering di sekitar area, menunjukkan lokasi tersebut sudah lama tidak digunakan. Sejumlah awak media masih berada di sekitar lokasi untuk menunggu perkembangan penyelidikan.

Polisi menyelesaikan proses olah TKP sekitar pukul 14.13 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya mengatakan pihaknya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami kasus penemuan jenazah Sutrimo.

Berdasarkan informasi awal, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

(Sumber: Antara)

x|close