YouTuber AS Kulik Mobil Listrik China di Beijing Auto Show 2026: Murah, Canggih, dan Banyak Pilihan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 09:35
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
YouTuber Amerika Ethan Robertson, (34), duduk di atas kendaraan off-road Great Wall Motor Hi4-T saat dia membawa pengunjung asing untuk berkeliling pameran otomotif Beijing Auto Show, China, 26 April 2026. (Foto: Dok/Xiaoyu Yin/Reuters) YouTuber Amerika Ethan Robertson, (34), duduk di atas kendaraan off-road Great Wall Motor Hi4-T saat dia membawa pengunjung asing untuk berkeliling pameran otomotif Beijing Auto Show, China, 26 April 2026. (Foto: Dok/Xiaoyu Yin/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Mobil listrik China semakin mencuri perhatian dunia. Seorang YouTuber asal Amerika Serikat (AS), Ethan Robertson, membawa wisatawan asing menyusuri deretan kendaraan futuristik yang belum bisa dibeli di negaranya sendiri.

Dalam ajang bergengsi Beijing Auto Show 2026, Robertson memandu pengunjung dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, hingga Uni Emirat Arab (UEA) untuk melihat langsung inovasi otomotif terbaru dari China. 

Mulai dari SUV listrik, truk pikap, hingga mobil konsep berteknologi tinggi dipamerkan di aula besar yang penuh daya tarik.

Dilansir dari Reuters, Senin (27/4/2026), Robertson, pendiri kanal YouTube Wheelsboy, dikenal fokus mengulas mobil-mobil China untuk penonton global. 

Dia menyebutkan, daya tarik utama kendaraan tersebut terletak pada harga yang lebih terjangkau, fitur canggih, dan pilihan yang sangat beragam.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah SUV listrik mewah hasil kolaborasi Stellantis dan Leapmotor. 

Mobil ini dilengkapi layar besar hingga kulkas di kursi belakang, fitur yang jarang ditemukan di kendaraan dengan harga sekitar U$30.000 atau setara Rp516 jutaan.

"Dengan harga sekitar U$30.000, mobil ini sudah sangat lengkap. Di AS, angka itu bahkan belum cukup untuk membeli mobil listrik atau hybrid dengan fitur standar," ujar Robertson.

Bikin Warga AS Iri

Perbedaan harga dan teknologi ini memicu reaksi beragam dari penonton di AS. Banyak yang mengaku kagum sekaligus frustrasi karena mobil-mobil tersebut belum tersedia di pasar AS.

"Banyak komentar yang bilang, 'Kenapa mobil seperti ini tidak dijual di negara kami?'," ungkap Robertson.

Baca Juga: Viral Keluhan Konsumen di Showroom BYD Bali, Denza BIPO Denpasar Beri Klarifikasi hingga Layangkan Somasi

Salah satu peserta tur, John Cordell (77), pensiunan asal Selandia Baru, terpikat oleh crossover Deepal S07 berwarna kuning mencolok. 

Tak hanya tampilannya, fitur seperti head-up display, layar digital, dan kamera 360 derajat membuatnya semakin terkesan.

Cordell sendiri sudah menggunakan mobil listrik China di negaranya, yakni BYD Atto 3. Dia menilai kualitas dan teknologi kendaraan tersebut sangat kompetitif.

Interior Futuristik Jadi Pembeda

Peserta lain, Andrew Pertsoulis dari Australia, menyoroti desain interior mobil China yang terasa sangat futuristik.

"Begitu masuk, rasanya seperti berada di generasi kendaraan berikutnya," katanya.

Menurut Robertson, persepsi terhadap mobil buatan China telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. 

Dari yang dulu dianggap sebagai produk tiruan berkualitas rendah, kini banyak merek China justru memimpin inovasi, terutama dalam teknologi baterai, software, dan kecepatan pengisian daya.

Meski demikian, dia mengakui masih ada stigma negatif. Bahkan, dia pernah dituduh bekerja untuk pemerintah China karena sering memberikan ulasan positif.

Masuk Pasar AS Tinggal Menunggu Waktu?

Pengamat otomotif sekaligus podcaster, Lei Xing, menyebut industri mobil listrik China sangat besar dan kompleks, dengan lebih dari 100 produsen.

Meski faktor politik masih menjadi penghalang, dia yakin mobil-mobil China pada akhirnya akan masuk ke pasar Amerika Serikat.

"Ini hanya soal waktu. Suatu hari nanti, saya yakin bisa membeli mobil listrik buatan China di AS," ujarnya.

Dengan inovasi yang terus berkembang dan harga yang kompetitif, mobil listrik China kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pesaing serius di pasar otomotif global.

x|close