Ntvnews.id, Jakarta - Penarikan kembali (recall) memang selalu menjadi kabar buruk, apalagi jika melibatkan ratusan ribu kendaraan.
Inilah yang kini dihadapi Jaguar Land Rover (JLR), setelah lebih dari 170.000 unit SUV mereka terdampak masalah serius pada komponen konverter DC-DC.
Masalah ini bukan sekadar gangguan kecil. Kerusakan pada konverter tersebut dapat membuat kendaraan kehilangan daya secara bertahap hingga akhirnya mati total di jalan. Artinya, pengemudi berisiko mengalami mogok mendadak.
Dikutip dari Carscoops, Minggu (26/4/2026), recall ini mencakup sekitar 170.169 kendaraan produksi 2019-2024, termasuk model populer seperti Range Rover, Range Rover Sport, Defender, Velar, Evoque, Discovery, hingga Jaguar F-Pace dan E-Pace.
Namun, penting dicatat dimana masalah ini hanya terjadi pada kendaraan dengan sistem mild hybrid.
Konverter DC-DC yang bermasalah tidak mampu mengisi sistem kelistrikan 12V, mirip seperti alternator rusak pada mobil konvensional. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi akan muncul secara bertahap.
Awalnya, pengemudi akan melihat peringatan merah: "Berhenti dengan Aman, Kerusakan Listrik Terdeteksi."
Jika diabaikan, masalah akan semakin serius. Sistem bantuan pengemudi berhenti berfungsi, suspensi mengalami gangguan, mobil bisa berpindah ke posisi netral, mesin mati secara tiba-tiba, Bbahkan lampu eksterior dapat padam.
Jaguar Land Rover mencatat hampir 6.000 laporan masalah di Amerika Serikat (AS). Awalnya, perusahaan menganggap ini bukan risiko keselamatan karena gejalanya muncul bertahap.
Namun, NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) memiliki pandangan berbeda. Setelah melakukan peninjauan, regulator menegaskan masalah ini termasuk risiko keselamatan serius, sehingga recall pun akhirnya dilakukan.
Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan, cedera, atau kebakaran akibat masalah ini. Namun kabar buruknya, solusi perbaikan masih belum tersedia.
Hal ini tentu menjadi kekecewaan tersendiri, terutama bagi konsumen mobil premium yang telah mengeluarkan biaya besar untuk SUV mewah tersebut.
Recall yang dihadapi Jaguar Land Rover mencakup kendaraan produksi 2019-2024, termasuk model populer seperti Range Rover. (Foto: Istimewa via Carscoops)