Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah China memperbarui standar nasional untuk teknologi range extender yang digunakan pada kendaraan listrik Extended Range Electric Vehicle (EREV).
Langkah ini dilakukan seiring melonjaknya penjualan EREV di Negeri Tirai Bambu yang telah melampaui 1 juta unit per tahun.
Melansir CarNewsChina, Senin (8/6/2026), standar baru bernama QC/T1086-2026 akan mulai berlaku pada 1 November 2026.
Regulasi tersebut menggantikan aturan lama yang telah digunakan selama delapan tahun dan menghadirkan persyaratan teknis yang lebih rinci, mulai dari akurasi kontrol daya, kompatibilitas elektromagnetik (EMC), tingkat kebisingan dan getaran (NVH), hingga standar ketahanan jangka panjang.
Standar Baru Hadirkan Target Kinerja yang Lebih Terukur
Berbeda dengan aturan sebelumnya yang diterbitkan pada 2017 dan masih mengandalkan spesifikasi dari masing-masing produsen, standar terbaru menetapkan parameter kinerja yang dapat diukur secara jelas.
Salah satu contohnya adalah akurasi kontrol daya generator. Sistem dengan kapasitas hingga 50 kW wajib menjaga output dalam rentang ±1,5 kW.
Sementara itu, sistem dengan daya di atas 50 kW harus memenuhi tingkat akurasi hingga ±3 persen.
Pelaku industri yang terlibat dalam penyusunan standar menyebut ambang batas tersebut disusun berdasarkan data produksi dari produsen dan pemasok kendaraan utama di China.
Tujuannya adalah meningkatkan kualitas industri sekaligus menyaring teknologi yang dianggap kurang kompetitif.
Aturan baru ini juga mengakomodasi perkembangan sistem penggerak listrik terintegrasi yang menggabungkan fungsi pembangkit daya dan penggerak dalam satu unit transmisi, mencerminkan tren integrasi powertrain yang semakin luas.
EMC dan NVH Jadi Fokus Utama
Salah satu perubahan paling penting dalam standar terbaru adalah diwajibkannya pengujian khusus untuk kompatibilitas elektromagnetik (EMC) dan tingkat kebisingan serta getaran (NVH).
Jika generasi awal range extender hanya berfungsi sebagai generator tambahan saat baterai hampir habis, sistem EREV modern kini berperan sebagai pusat manajemen energi yang terintegrasi dengan baterai, motor listrik, dan sistem kontrol kendaraan.
Perkembangan tersebut terlihat pada sejumlah model terbaru seperti Aito M9, LS8 EREV, hingga Zeekr 9X dan Zeekr 8X.
Kendaraan-kendaraan ini tidak hanya menawarkan performa tinggi dan jarak tempuh lebih panjang, tetapi juga menuntut tingkat kenyamanan, ketahanan, dan integrasi sistem yang lebih baik.
Karena itu, aspek EMC, isolasi getaran, dan manajemen akustik kini menjadi bagian penting dalam evaluasi teknis kendaraan EREV.
Simulasikan Pemakaian hingga 300.000 Kilometer
Standar QC/T1086-2026 juga memperkenalkan dua pengujian ketahanan baru, yakni uji beban bolak-balik selama 750 jam dan uji start-stop hingga 100.000 siklus.
Pengujian tersebut dirancang berdasarkan data penggunaan kendaraan di dunia nyata dan disimulasikan setara dengan sekitar 300.000 kilometer perjalanan, termasuk kondisi lalu lintas perkotaan yang padat dengan frekuensi hidup-mati mesin yang tinggi.
Ketentuan ini menunjukkan EREV kini diposisikan sebagai kendaraan utama untuk penggunaan jangka panjang, bukan lagi sekadar teknologi transisi menuju elektrifikasi penuh.
Penjualan EREV Terus Melonjak
Revisi standar ini dilakukan di tengah pertumbuhan pesat pasar EREV di China. Penjualan kendaraan jenis ini dilaporkan telah melampaui 1 juta unit pada 2024 dan meningkat menjadi lebih dari 1,2 juta unit sepanjang 2025.
Sejumlah produsen seperti Seres, Li Auto, Deepal, dan Leapmotor terus memperluas lini produk EREV mereka.
Di segmen premium, Aito M9 menjadi salah satu model yang berperan besar dalam meningkatkan popularitas teknologi tersebut.
Dengan standar yang semakin ketat dan pasar yang terus berkembang, China menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan EREV sebagai salah satu pilar utama industri kendaraan elektrifikasi di masa depan.
Standar Mobil Listrik EREV China yang telah direvisi mulai berlaku pada 1 November 2026. (Foto: Istimewa via ArenaEV)