China "Bunuh" PHEV Generasi Lama: Audi, BMW, dan Mercedes-Benz Jadi Korban

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jun 2026, 09:09
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Volvo XC70 2026. (Foto: Istimewa via Carscoops) Volvo XC70 2026. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Ntvnews.id, Jakarta - Dominasi mobil hybrid plug-in (PHEV) buatan Eropa di pasar otomotif global mulai mendapat tantangan serius dari China

Regulasi baru yang diterapkan pemerintah China tidak hanya mengubah standar kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga membuat banyak model PHEV dari merek-merek mewah Barat kehilangan daya saing.

Selama bertahun-tahun, PHEV dianggap sebagai solusi ideal bagi konsumen yang ingin merasakan mobil listrik tanpa khawatir soal jarak tempuh. 

Kendaraan ini menawarkan kombinasi tenaga listrik untuk penggunaan harian dan mesin bensin untuk perjalanan jauh, ditambah berbagai insentif pajak di sejumlah negara.

Namun, kondisi tersebut kini berubah drastis di China. Mulai Januari 2026, pemerintah China menaikkan syarat minimum jarak tempuh listrik murni untuk kendaraan hybrid plug-in yang ingin mendapatkan insentif pajak. 

Jika sebelumnya cukup mampu menempuh 43 kilometer, kini kendaraan harus sanggup melaju setidaknya 100 kilometer hanya dengan tenaga listrik.

Kebijakan ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak PHEV terbaru buatan China kini menawarkan kemampuan berkendara listrik yang jauh lebih impresif dibandingkan generasi sebelumnya.

Sebaliknya, sebagian besar PHEV dari pabrikan Barat masih mengandalkan baterai berukuran lebih kecil dengan jarak tempuh listrik yang terbatas. 

Bahkan model premium seperti Range Rover hanya mampu menempuh sekitar 121 kilometer dalam mode listrik berdasarkan standar WLTP.

Sementara itu, sejumlah PHEV asal China sudah mampu melaju lebih dari 160 kilometer tanpa menyalakan mesin bensin.

Baca Juga: Wuling Eksion PHEV Tuntaskan Perjalanan Jakarta-Yogyakarta 627 Km, Nyaman dan Tangguh di Berbagai Medan

PHEV Baru China Nyaris Setara Mobil Listrik

Persaingan semakin sengit dengan hadirnya model-model terbaru yang menawarkan jangkauan listrik luar biasa. 

Salah satunya adalah Lotus Eletre Hybrid yang diklaim mampu menempuh hingga 420 kilometer dalam standar pengujian CLTC China berkat baterai berkapasitas 70 kWh.

Bahkan berdasarkan standar WLTP Eropa yang lebih ketat, mobil ini masih mampu mencatat jarak tempuh listrik hingga 350 kilometer. 

Angka tersebut mendekati kemampuan banyak mobil listrik murni yang beredar beberapa tahun lalu. Strategi yang digunakan produsen China pun berbeda.

Jika pabrikan Eropa umumnya mengembangkan PHEV dari platform mesin pembakaran internal (ICE), banyak merek China justru mengubah mobil listrik menjadi hybrid, sehingga mampu mengakomodasi baterai yang jauh lebih besar.

Bukan Sekadar Jarak Tempuh

Perubahan regulasi China tidak hanya menyasar kemampuan berkendara listrik. Pemerintah juga memperketat standar efisiensi bahan bakar saat kendaraan beroperasi menggunakan mesin bensin.

Aturan ini menjadi tantangan besar bagi PHEV yang masih mengandalkan mesin berkapasitas besar, termasuk mesin V8 yang dikenal boros bahan bakar dan menghasilkan emisi lebih tinggi.

Akibatnya, banyak model hybrid plug-in generasi lama yang sebelumnya menikmati berbagai insentif kini dianggap kurang efisien dan tidak lagi memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan pajak.

Audi, BMW, dan Mercedes-Benz Terdampak

Dampaknya langsung terasa di pasar otomotif China. Sejumlah merek premium seperti Audi, BMW, Mercedes-Benz, hingga Jaguar Land Rover dilaporkan telah memangkas secara signifikan lini produk PHEV mereka atau bahkan menghentikan penjualannya di beberapa segmen.

Model-model yang sebelumnya kompetitif kini kehilangan keunggulan karena tidak mampu memenuhi standar baru yang ditetapkan pemerintah China.

Tren ini diperkirakan tidak hanya terjadi di China. Produsen otomotif China mulai membawa PHEV jarak jauh mereka ke pasar Eropa. 

Lynk & Co telah memasarkan SUV plug-in hybrid 08 di sejumlah negara Eropa, sementara Volvo XC70 terbaru yang berada di bawah grup Geely dikabarkan akan menyusul dengan kemampuan menempuh hingga 180 kilometer dalam mode listrik.

Jika tren ini terus berlanjut, pasar global bisa segera memasuki era baru di mana PHEV dengan baterai kecil dan jarak tempuh terbatas menjadi teknologi yang semakin ditinggalkan.

x|close