Honda Tarik Hampir 99 Ribu Kendaraan di AS akibat Potensi Gangguan Sensor Airbag

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 12:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
lustrasi Honda HR-V yang dijual di Timur Tengah. (ANTARA/Honda) lustrasi Honda HR-V yang dijual di Timur Tengah. (ANTARA/Honda) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Produsen otomotif Jepang, Honda, melakukan penarikan kembali (recall) terhadap 98.892 kendaraan di Amerika Serikat yang mencakup 13 model Honda dan Acura. Langkah tersebut dilakukan menyusul ditemukannya potensi masalah pada sensor berat penumpang yang dapat memengaruhi kinerja airbag depan saat terjadi kecelakaan.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Car and Driver, masalah tersebut berpotensi menyebabkan airbag penumpang depan mengembang dalam kondisi yang seharusnya tidak memicu aktivasi sistem keselamatan tersebut.

Model yang terdampak dalam program recall meliputi kendaraan merek Acura dan Honda, yakni Acura TLX, RDX, dan MDX, serta Honda Ridgeline, Pilot, Passport, Odyssey, Insight, HR-V, CR-V, Fit, Civic, dan Accord. Kendaraan yang masuk dalam daftar penarikan berasal dari tahun model 2016 hingga 2026.

Dokumen yang diajukan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menjelaskan bahwa sumber masalah berada pada kapasitor yang terpasang pada papan sirkuit sensor berat penumpang di kursi depan.

Baca Juga: AS Tindak Lanjuti Kasus Inflator Airbag Ilegal China Setelah 10 Kematian, Langkah Pelarangan Menanti

Komponen tersebut berisiko mengalami keretakan dan korsleting internal apabila terpapar kelembapan dalam jangka waktu tertentu. Kondisi itu dapat mengakibatkan sistem membaca keberadaan penumpang secara keliru.

Akibatnya, airbag depan maupun airbag lutut penumpang dapat mengembang meskipun kursi depan ditempati bayi dalam kursi keselamatan anak, anak-anak, atau penumpang bertubuh kecil. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko cedera karena tekanan airbag yang dirancang untuk penumpang dewasa.

Menurut dokumen recall, permasalahan ini berkaitan dengan perubahan material dasar yang digunakan pada papan sirkuit sensor. Material pengganti tersebut dinilai dapat menimbulkan tekanan tambahan pada komponen elektronik sehingga meningkatkan kemungkinan retaknya kapasitor.

Baca Juga: Recall Honda Odyssey 2018-2022, Airbag Bisa Meledak Gara-Gara Jalan Berlubang

Program recall terbaru ini merupakan perluasan dari penarikan kendaraan yang sebelumnya telah diumumkan pada 2024. NHTSA menyebut perluasan dilakukan setelah ditemukan sejumlah kekeliruan dari pemasok, termasuk kesalahan dalam menentukan akhir masa produksi komponen yang bermasalah, penggunaan data yang kurang akurat untuk mengidentifikasi kendaraan terdampak, serta proses verifikasi yang dianggap belum memadai.

Sebagai solusi, jaringan diler Honda dan Acura akan mengganti sensor berat penumpang dengan komponen baru yang menggunakan material dasar asli dan telah dipastikan tidak memiliki cacat serupa.

Honda berencana mulai mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan yang terdampak mulai 6 Juli 2026. Pemilik kendaraan yang menerima pemberitahuan tersebut akan diminta membawa kendaraannya ke diler resmi untuk pemeriksaan dan penggantian komponen tanpa biaya.

(Sumber: Antara)

x|close