Ford Recall 387 Ribu SUV karena Gangguan Kursi Baris Kedua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 12:11
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Logo Ford Logo Ford (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford, kembali memperluas program penarikan kembali (recall) terhadap 387.911 unit SUV setelah ditemukan potensi masalah pada mekanisme kursi baris kedua.

Berdasarkan laporan CarsCoops pada Senin, 20 Juli 2026, recall terbaru mencakup Ford Explorer model tahun 2020–2026 serta Lincoln Aviator model tahun 2020–2027 yang dilengkapi fitur easy-entry pada kursi baris kedua.

Ford menjelaskan, sumber persoalan berasal dari bingkai sakelar pengoperasian kursi. Komponen tersebut berpotensi bergeser atau terlepas akibat penggunaan normal sehingga sakelar bisa macet atau tetap berada dalam posisi aktif.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan kursi baris kedua tiba-tiba terlipat atau bergeser ketika kendaraan sedang melaju. Situasi itu dinilai meningkatkan risiko cedera bagi penumpang, terutama apabila terjadi kecelakaan.

Baca Juga: Bos Ford Ingatkan AS Tak Bisa Blokir Mobil China Selamanya, Saatnya Siap Bersaing

Permasalahan ini merupakan kelanjutan dari program recall yang pertama kali diumumkan pada Juni 2025. Saat itu, Ford memperkirakan penyebabnya berasal dari pemasangan bezel sakelar yang tidak sesuai spesifikasi oleh pemasok komponen kursi.

Sebagai tindak lanjut, dealer diminta memeriksa sekaligus mengganti komponen yang dianggap bermasalah. Namun, hasil evaluasi berikutnya menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya teratasi.

Pada akhir April 2026, Ford kembali menerima sejumlah laporan mengenai kursi yang bergerak tanpa disengaja pada kendaraan yang diproduksi setelah periode recall sebelumnya. Perusahaan juga menemukan beberapa kasus serupa pada kendaraan yang sebenarnya telah menjalani proses perbaikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, Ford memutuskan memperluas cakupan recall terhadap seluruh kendaraan yang diproduksi hingga 24 Juni 2026, bertepatan dengan dihentikannya penggunaan desain komponen lama dalam proses produksi.

Baca juga: Suzuki Bersiap Hadirkan Mobil Listrik Mungil, Sekali Cas Bisa Tempuh 270 Km

Hingga pertengahan Juni 2026, Ford telah menerima 14 laporan terkait pergerakan kursi yang tidak disengaja akibat cacat tersebut. Delapan laporan berasal dari kendaraan yang sebelumnya tidak termasuk dalam program recall, sedangkan enam lainnya berasal dari kendaraan yang telah diperbaiki pada kampanye recall sebelumnya.

Meski demikian, Ford menyatakan belum menerima laporan mengenai kecelakaan maupun korban cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut. Perusahaan juga menyebut hanya ada satu pengaduan resmi yang diajukan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Sebagai solusi, seluruh kendaraan yang terdampak akan memperoleh penggantian bezel sakelar menggunakan desain baru yang diklaim lebih tahan lama, sehingga diharapkan dapat mencegah terulangnya masalah serupa.

(Sumber: Antara)

x|close