Iran Untung 6 Miliar Dolar AS dari Penjualan Minyak saat Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jul 2026, 11:40
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi kapal komersial dan kapal tanker minyak. Ilustrasi kapal komersial dan kapal tanker minyak. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Iran diperkirakan berhasil menjual sekitar 70 juta barel minyak dengan nilai mencapai lima hingga enam miliar dolar AS atau sekitar Rp89,7 triliun hingga Rp107,7 triliun selama hampir satu bulan masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat serta pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhannya.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip para analis dan data dari organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran (UANI) pada Minggu, 19 Juli 2026, menyebut pendapatan tersebut memberi kesempatan bagi Teheran untuk memperkuat cadangan devisa sebelum Amerika Serikat kembali menerapkan berbagai pembatasan.

Sebelumnya, pada Juni 2026, Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) mengumumkan bahwa pasukan AS atas perintah Presiden Donald Trump telah mencabut blokade laut yang diberlakukan terhadap pelabuhan dan kawasan pesisir Iran.

Tidak lama setelah itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Washington juga telah mencabut pembatasan terhadap ekspor minyak Iran, mencairkan sebagian aset Iran yang sebelumnya dibekukan, serta memulai rencana pemulihan ekonomi bagi negara tersebut.

Baca JugaAS Lakukan Serangan Dekat RS Kanker Anak, Iran: Barbar

Memasuki Juli 2026, Presiden Donald Trump mengatakan dirinya tidak menyesali keputusan mencabut blokade laut tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan kesempatan yang diberikan kepada Teheran untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Sebelumnya, pada Rabu malam, 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum yang menyerukan penghentian perang yang dipicu oleh agresi militer Amerika Serikat bersama Israel pada 28 Februari 2026.

Namun, sejak Rabu, 8 Juli 2026, militer Amerika Serikat dilaporkan kembali melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Sebagai balasan, militer Iran menyerang beberapa pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah. Teheran juga menuding Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Baca JugaIran Gempur Pangkalan Militer AS di Yordania, 2 Tentara Amerika Tewas

Sehari kemudian, pada Kamis, 9 Juli 2026, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua negara sudah tidak lagi berlaku.

(Sumber: Antara)
x|close