Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Yordania, 2 Tentara Amerika Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jul 2026, 08:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Mayat Tentara Amerika Mayat Tentara Amerika (Military Watch)

Ntvnews.id, Jakarta - Militer Amerika Serikat mengonfirmasi dua personelnya tewas setelah pangkalan yang ditempati pasukan AS di Yordania menjadi sasaran serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang dilancarkan Iran. Selain korban jiwa, empat prajurit lainnya mengalami luka-luka, sementara satu personel masih dinyatakan hilang.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut terjadi ketika pasukan AS bersama mitra berupaya mencegat rentetan rudal dan drone yang ditembakkan Iran. Hingga kini, identitas dua prajurit yang tewas belum dipublikasikan.

“Dua anggota militer AS di Yordania tewas dalam tugas saat Komando Pusat AS (CENTCOM) dan pasukan mitra berupaya menangkis serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) dari Iran. Selain itu, satu anggota militer saat ini dinyatakan hilang dalam tugas," tulis isi pernyataan tersebut dikutip dari Aljazeera, Minggu (19/7/2026).

Selain korban meninggal, empat personel militer AS yang mengalami luka telah dievakuasi menggunakan jalur medis ke rumah sakit di Yordania. Seluruhnya dilaporkan sudah menjalani perawatan dan diperbolehkan kembali, sedangkan personel lain yang hanya mengalami cedera ringan telah melanjutkan tugasnya.

Baca Juga: Detik-detik Penembakan di Bar Canggu, Peluru Tembus Sekuriti lalu Hantam Turis Asal China

CENTCOM menegaskan belum akan mengungkap identitas para prajurit yang menjadi korban demi menghormati keluarga mereka. Informasi lebih lanjut baru akan disampaikan setelah proses pemberitahuan kepada keluarga selesai dilakukan.

"Demi menghormati pihak keluarga, CENTCOM tidak akan mengungkapkan informasi tambahan—termasuk identitas para prajurit yang tewas hingga 24 jam setelah keluarga terdekat mereka diberi tahu."

Pernyataan tersebut menjadi konfirmasi pertama dari pihak Amerika Serikat mengenai adanya korban jiwa di pihak militernya akibat serangan terbaru Iran. Insiden ini terjadi setelah berakhirnya nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya sempat meredam sementara bentrokan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, sehingga kembali memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

x|close