Xiaomi Rugi Hampir Rp100 Juta per Mobil Listrik yang Terjual, Padahal Penjualan SU7 dan YU7 Melejit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 08:50
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Xiaomi YU7 GT. (Foto: Istimewa via Carscoops) Xiaomi YU7 GT. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Ntvnews.id, Jakarta - Xiaomi menghadapi tantangan besar di bisnis mobil listriknya. 

Meski penjualan mobil listrik Xiaomi SU7 dan YU7 terus melonjak di pasar China, perusahaan ternyata masih merugi besar untuk setiap kendaraan yang terjual.

Melansir Carscoops, Kamis (28/5/2026), raksasa teknologi asal China yang dijuluki "Apple-nya China" itu dilaporkan mengalami kerugian hingga US$5.600 atau setara hampir Rp100 juta (US$1 USD = Rp17.860) untuk setiap mobil yang dikirim ke konsumen sepanjang kuartal pertama (Q1) 2026. 

Angka tersebut melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar US$900 (sekitar Rp16 juta) per unit.

Xiaomi mulai serius masuk ke industri kendaraan listrik beberapa tahun lalu melalui divisi EV pintar dan AI. 

Saat ini, mereka memiliki dua model utama, yakni sedan Xiaomi SU7 dan SUV Xiaomi YU7, yang mendapat respons positif dari pasar.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Xiaomi berhasil menjual 80.856 unit kendaraan listrik di China. Penjualan tersebut menghasilkan pendapatan sekitar US$2,9 miliar (sekitar Rp51,7 triliun).

Namun berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dikutip CarNewsChina, Xiaomi juga mencatat kerugian operasional mencapai sebesar US$457 juta (sekitar Rp8,1 triliun) pada periode yang sama.

Jika dihitung, setiap mobil listrik Xiaomi yang terjual masih menghasilkan kerugian cukup besar bagi perusahaan.

Baca Juga: Xiaomi YU7 GT Siap Debut Akhir Mei, SUV Listrik 990 HP, Tembus 300 Km/Jam!

Penjualan Naik, Kerugian Justru Membengkak

Situasi ini menunjukkan pertumbuhan penjualan belum otomatis membuat bisnis mobil listrik Xiaomi untung. Bahkan, kondisi keuangan perusahaan disebut semakin berat dibanding tahun sebelumnya.

Pada kuartal pertama 2025, Xiaomi menjual 75.869 kendaraan, sedikit lebih rendah dibanding tahun ini. Namun saat itu, kerugian per unit kendaraan masih berada di angka sekitar US$900 (Rp16 juta).

Salah satu penyebab utama membengkaknya kerugian adalah harga jual rata-rata kendaraan Xiaomi yang masih relatif rendah, yakni sekitar US$34.600 (sekitar Rp617 juta).

Xiaomi kini berharap model premium bisa membantu meningkatkan margin keuntungan perusahaan.

Andalkan Model Performa Tinggi

Beberapa model dengan harga lebih tinggi mulai dipasarkan Xiaomi, termasuk YU7 GT bertenaga 990 hp yang dibanderol mulai US$57.300 (sekitar Rp1 miliar).

Selain itu ada juga Xiaomi SU7 Ultra, varian flagship berperforma tinggi yang disebut mampu menantang mobil super. Mobil ini dijual mulai US$78.000 (sekitar Rp1,3 miliar).

Meski bukan model dengan volume penjualan besar, kendaraan premium tersebut diharapkan dapat mendongkrak harga jual rata-rata sekaligus memperbaiki profitabilitas Xiaomi.

Penjualan Mulai Pulih

Setelah mengalami penurunan pada Februari dan Maret, penjualan mobil listrik Xiaomi kembali menunjukkan tren positif pada April.

Perusahaan mencatat pengiriman sebanyak 36.702 unit pada April, meningkat tajam dibanding 21.440 unit di Maret dan 20.414 unit pada Februari.

Meski begitu, angka tersebut masih belum mampu melampaui rekor penjualan tertinggi Xiaomi yang mencapai 50.212 unit pada Desember tahun lalu.

x|close