Ferrari Luce: Supercar Listrik Rp10 Miliar, Taruhan Besar Ferrari di Era EV

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 10:33
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Logo Ferrari sedang dipasang pada mobil Ferrari di fasilitas "e-building" baru Ferrari, tempat produsen mobil sport mewah tersebut menguji lini produksi sebelum dimulainya produksi mobil yang diperkirakan pada awal tahun 2025, di Maranello, Italia, 21 Juni 2024. (Foto: Dok/Daniele Mascolo/Reuters) Logo Ferrari sedang dipasang pada mobil Ferrari di fasilitas "e-building" baru Ferrari, tempat produsen mobil sport mewah tersebut menguji lini produksi sebelum dimulainya produksi mobil yang diperkirakan pada awal tahun 2025, di Maranello, Italia, 21 Juni 2024. (Foto: Dok/Daniele Mascolo/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Ferrari resmi memasuki era kendaraan listrik lewat peluncuran Ferrari Luce, mobil listrik murni pertama mereka yang diperkenalkan di Roma, Italia, Senin (25/5/2026). 

Seperti dilaporkan Reuters, langkah ini menjadi taruhan besar bagi pabrikan supercar legendaris asal Maranello tersebut di tengah ketidakpastian pasar kendaraan listrik (EV) performa tinggi.

Berbeda dari Ferrari pada umumnya yang identik dengan raungan mesin bertenaga besar, Luce hadir dengan teknologi listrik penuh. 

Namun Ferrari tetap berusaha mempertahankan DNA khasnya, yakni desain eksotis, sensasi berkendara agresif, dan suara ikonik yang menjadi ciri utama merek Kuda Jingkrak.

Nama "Luce" yang berarti "Cahaya" dalam bahasa Italia ini dibekali kecepatan maksimum hingga 310 km/jam dan dibanderol lebih dari 500 ribu euro atau sekitar Rp10,3 miliar (€1 = Rp20.690).

Menariknya, pengembangan desain Ferrari Luce turut melibatkan studio LoveFrom milik mantan desainer Apple, Jony Ive. 

Mobil ini disebut memiliki tampilan berbeda dari model Ferrari tradisional, dengan desain empat pintu dan bodi lebih besar.

"Ini memang langkah berisiko, tetapi Ferrari sedang memelopori masa depan," ujar Phil Dunne, Direktur Pelaksana Grant Thornton Stax.

Peluncuran Luce menjadi puncak dari perjalanan panjang Ferrari menuju elektrifikasi. 

Sebelumnya, Ferrari telah mengembangkan teknologi hybrid sejak era Formula 1 lebih dari satu dekade lalu, sebelum menghadirkan model hybrid jalan raya pada 2019.

Pengiriman pertama Ferrari Luce dijadwalkan mulai Oktober mendatang.

Baca Juga: Saleen S7 Milik Paul Walker, Supercar Pesaing Ferrari yang Kini Jadi "Garage Queen" Bernilai Tinggi

Ferrari Hadapi Tantangan Besar

Kehadiran Luce datang di saat pasar mobil sport listrik masih dipenuhi keraguan. Bahkan Ferrari dikabarkan menunda pengembangan model kendaraan listrik keduanya hingga 2028 akibat lemahnya permintaan pasar.

Pesaing sesama Italia, Lamborghini, juga memilih menunda peluncuran mobil listrik penuh hingga 2030 karena minat konsumen yang belum kuat.

Kendati demikian, analis industri otomotif Felipe Munoz menilai Ferrari memang tidak menargetkan Luce sebagai model terlaris. Mobil ini lebih menjadi simbol arah baru Ferrari menghadapi masa depan elektrifikasi.

"Ferrari perlu mendefinisikan seperti apa mobil listrik mewah sebelum kompetitor lain melakukannya," katanya.

Salah satu tantangan terbesar Ferrari adalah mempertahankan identitas emosionalnya tanpa mesin bensin konvensional. 

Untuk mengatasi hal itu, Ferrari mengembangkan sistem suara khusus yang menghasilkan karakter suara khas Ferrari meski menggunakan motor listrik.

"Tiga hal yang selalu melekat pada Ferrari adalah desain, suara, dan sensasi berkendaranya. Kini semuanya harus diterjemahkan ulang ke dunia listrik," tambah Dunne.

Bidik Generasi Kaya Baru

Ferrari juga berharap Luce dapat menarik generasi baru konsumen kaya yang lebih terbuka terhadap kendaraan listrik. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar global turut membuat mobil listrik semakin relevan di segmen premium.

CEO Ferrari Benedetto Vigna sebelumnya mengungkapkan respons awal pelanggan terhadap Luce sangat positif. Pemesanan awal bahkan sudah dibuka sejak Maret lalu.

Meski dipastikan tidak akan disukai seluruh penggemar Ferrari, perusahaan optimistis Luce tetap memiliki pasar tersendiri.

"Tidak semua pelanggan Ferrari akan tertarik. Tetapi bagi sebagian orang, ini justru menjadi simbol masa depan," tutup Dunne.

x|close