Trump Dinilai Tak Peka, Proyek Ballroom Tetap Jalan Meski Ekonomi AS Tertekan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mei 2026, 20:16
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi isyarat di lokasi pembangunan ruang dansa Gedung Putih yang sedang berlangsung di Washington, DC, AS, 19 Mei 2026. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi isyarat di lokasi pembangunan ruang dansa Gedung Putih yang sedang berlangsung di Washington, DC, AS, 19 Mei 2026. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah berulang kali mempromosikan proyek pembangunan ballroom atau ruang dansa mewah di Gedung Putih, di tengah meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan warga AS akibat lonjakan harga bensin dan dampak perang Iran.

Saat meninjau lokasi pembangunan ballroom Gedung Putih pada Selasa lalu, Trump meminta masyarakat bersabar menghadapi situasi ekonomi yang memburuk. 

Dia menilai dampak ekonomi yang terjadi hanya bersifat sementara.

"Ini bukan apa-apa. Saya menghargai kesabaran semua orang untuk sementara waktu. Tidak akan lama lagi," ujar Trump, merujuk pada dampak ekonomi akibat konflik Iran, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/5/2026).

Pernyataan tersebut justru memicu kritik, termasuk dari sebagian anggota Partai Republik sendiri. 

Mereka khawatir fokus Trump terhadap proyek ballroom bernilai besar itu dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang pemilu paruh waktu November mendatang.

Berdasarkan tinjauan Reuters, Trump tercatat telah menyebut proyek ballroom tersebut sedikitnya 40 kali sepanjang tahun ini melalui pidato, unggahan media sosial, hingga komentar kepada wartawan. 

Bahkan, sembilan di antaranya disampaikan hanya dalam bulan ini saja. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 dia menyebut proyek itu sebanyak 35 kali.

Baca Juga: Cek Fakta: Klaim Prabowo Ajak Masyarakat Dukung Donald Trump

Trump kerap mempromosikan ballroom tersebut dalam berbagai kesempatan, mulai dari wawancara di Air Force One, pertemuan di Ruang Oval, hingga melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Meski menuai kritik, Gedung Putih membantah proyek tersebut hanya sekadar simbol kemewahan pribadi presiden.

"Ini soal warisan, bukan kesombongan. Presiden sangat bersemangat dengan proyek ini dan ingin mewujudkannya," ujar seorang pejabat Gedung Putih.

Di sisi lain, Trump juga dinilai berulang kali meremehkan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat perang Iran dan kenaikan harga energi. 

Dalam sebuah komentar yang viral awal bulan ini, Trump bahkan mengatakan dirinya tidak terlalu memikirkan kondisi finansial warga AS.

"Saya tidak memikirkan situasi keuangan warga Amerika. Satu-satunya hal penting soal Iran adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Pernyataan itu langsung dimanfaatkan Partai Demokrat untuk menyerang Trump, yang dinilai semakin jauh dari persoalan ekonomi yang sedang dihadapi rakyat Negara Paman Sam tersebut.

x|close