Kenaikan Harga BBM Dorong Lonjakan Permintaan Mobil CNG di India

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 14:17
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Logo pada bodi SUV e Vitara milik Maruti Suzuki terlihat di pabrik perusahaan di Gujarat, Hansalpur Becharaji, India, 26 Agustus 2025. (Foto: Dok/Amit Dave/Reuters) Logo pada bodi SUV e Vitara milik Maruti Suzuki terlihat di pabrik perusahaan di Gujarat, Hansalpur Becharaji, India, 26 Agustus 2025. (Foto: Dok/Amit Dave/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Industri otomotif India mencatat kinerja positif sepanjang Mei 2026 meskipun dihadapkan pada kenaikan harga bahan bakar dan meningkatnya biaya produksi. 

Sejumlah produsen mobil besar melaporkan pertumbuhan penjualan domestik, dengan kendaraan berbahan bakar gas alam terkompresi (CNG) menjadi pilihan utama konsumen.

Melansir Reuters, Selasa (2/6/2026), pemimpin pasar otomotif India, Maruti Suzuki, mengungkapkan pemesanan kendaraan CNG melonjak hingga 40 persen setelah pemerintah menaikkan harga bensin dan solar akibat gejolak pasar energi yang dipicu konflik Iran.

Selama Mei, pemerintah India tercatat menaikkan harga bahan bakar setidaknya empat kali untuk mengimbangi lonjakan biaya impor minyak mentah. 

Kondisi ini semakin menekan industri otomotif yang juga tengah menghadapi kenaikan harga bahan baku, gangguan rantai pasokan, serta tantangan tenaga kerja.

Meski demikian, penjualan kendaraan di pasar domestik tetap menunjukkan tren positif. 

Produsen SUV Mahindra & Mahindra membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, Hyundai Motor India mencatat kenaikan 9,1 persen dan Tata Motors Passenger Vehicles melesat hingga 42 persen.

Untuk menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya, Maruti Suzuki, Mahindra & Mahindra, serta Hyundai telah menaikkan harga kendaraan mereka sejak Juni.

Baca Juga: Suzuki Catat Lonjakan Penjualan April 2026, Model Hybrid Makin Diminati Konsumen

Pejabat Eksekutif Senior Pemasaran dan Penjualan Maruti Suzuki India, Partho Banerjee, mengatakan perusahaan tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

"Kami tidak punya pilihan selain meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan," ujar Banerjee. 

Dia menambahkan, perusahaan akan terus memantau kondisi pasar dan langkah para pesaing sebelum memutuskan penyesuaian harga berikutnya.

Mobil CNG Semakin Diminati

Kenaikan harga BBM ternyata menjadi momentum bagi kendaraan berbahan bakar alternatif. 

Menurut Banerjee, mobil CNG semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Pada Mei 2026, Maruti Suzuki mencatat penjualan kendaraan CNG bulanan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yakni sekitar 78.000 unit.

Di sisi lain, ekspor kendaraan Maruti Suzuki juga meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meski pengiriman ke kawasan Timur Tengah mengalami perlambatan.

Berbeda dengan Maruti, Hyundai Motor India melaporkan penurunan ekspor sebesar 10,4 persen secara tahunan pada periode yang sama.

Pertumbuhan penjualan di tengah kenaikan harga BBM menunjukkan permintaan kendaraan di India masih kuat, terutama untuk model yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan biaya operasional yang lebih rendah.

x|close