Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong penguatan transportasi massal perkotaan guna menekan biaya subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan biaya transportasi yang dikeluarkan masyarakat mencapai 30 sampai 40 persen dari dan subsidi BBM hingga Rp300 triliun per tahun.
“Saat ini biaya transportasi menghabiskan hingga 30-40 persen pendapatan masyarakat dan sektor ini juga menyerap 90 persen dari subsidi BBM senilai Rp300 triliun per tahun," ucap Aan dalam keterangan tertulis, Kamis 28 Mei 2026.
"Ketidakseimbangan ini menyebabkan masalah, mulai dari semakin lamanya waktu perjalanan, kerugian akibat kemacetan, polusi udara, hingga kesulitan masyarakat mengakses pendidikan dan pekerjaan,” lanjutnya.
Baca juga: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mobilitas Libur Iduladha Jatuh Pada 26 Mei 2026
Guna mengatasi masalah tersebut, pemerintah terus mengembangkan Angkutan Umum Massal Perkotaan (AUMP) di 20 kota utama sesuai RPJMN 2025-2029.
Ia mengatakan, program ini bertujuan untuk mengurangi durasi perjalanan, meningkatkan aksesibilitas, dan mengoptimalkan peran kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
“Pengembangan AUMP memerlukan perencanaan terintegrasi, kerja sama pendanaan antara pusat dan daerah, serta tata kelola yang kuat. Sehingga diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan, adil, dan efisien,” kata Dirjen Aan.
Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap digitalisasi layanan transportasi daerah, Ditjen Hubdat juga menyediakan aplikasi Mitra Darat untuk membantu operator meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan terukur.
Baca juga: Kemenhub Ungkap Bus ALS yang Kecelakaan Tidak Kantongi Izin Operasi
Di samping itu, dukungan juga diberikan melalui situs resmi Teman Bus, Aplikasi pengelolaan Operasional BTS, Executive Dashboard untuk pemantauan laporan operasional, Digital Checker App untuk mengawasi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal oleh operator bus, dan Checker Web untuk melihat pencapaian Standar Pelayanan Minimal.
“Perlu kita ingat bahwa keberhasilan sistem ini tetap bertumpu pada sinergi, operator wajib menjaga standar keselamatan dan masyarakat perlahan beralih untuk menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama bermobilitas sehari-hari. Semoga Trans Batam bisa menjadi percontohan nasional untuk mengurangi kemacetan dan mendongkrak ekonomi,” pungkasnya.
Kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (19/5/2026), imbas penutupan jalan di sekitar lokasi kebakaran gudang plastik di Kapuk, Cengkareng. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi. (Antara)