Ntvnews.id, Taheran - Sejumlah pangkalan militer dan fasilitas udara milik Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan rudal dan drone Iran dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel.
Dilansir dari NBC News, Rabu, 29 April 2026, dalam laporan khususnya mengungkap bahwa kehancuran sejumlah fasilitas militer Amerika tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian hingga miliaran dolar AS.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang dikutip Middle East Monitor, berbagai fasilitas utama militer AS di pangkalan-pangkalan tersebut mengalami kerusakan serius akibat gempuran Iran.
Teheran disebut berhasil menghantam landasan pacu pesawat, sistem radar canggih, puluhan pesawat, gudang logistik, pusat komando, hanggar, hingga infrastruktur satelit komunikasi milik AS yang berada di sejumlah negara Timur Tengah.
Baca Juga: AS Kerahkan Tiga Kapal Induk Kepung Iran, Ketegangan di Timur Tengah Meningkat
Salah satu lokasi yang terdampak adalah Camp Buehring di Kuwait. Selain itu, serangan juga dilaporkan menghantam Pangkalan Al Dhafra dan Al Ruwais di Uni Emirat Arab.
Fasilitas lain yang disebut mengalami kerusakan yakni Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, serta sejumlah fasilitas pelabuhan dan penyimpanan di Kuwait.
Sementara itu, gedung utama pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain juga dilaporkan mengalami kerusakan berat. Biaya perbaikan akibat serangan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$200 juta.
Rudal melintas di atas Yerusalem saat Iran menyerang Israel, Jumat (13/6/2025). (ANTARA/Xinhua/Chen Junqing) (Antara)
Kerusakan itu termasuk hancurnya dua sistem pertahanan udara milik AS.
Penilaian dari American Enterprise Institute juga menyebut pasukan Iran menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem, landasan pacu di Pangkalan Udara Al Udeid, serta sejumlah fasilitas penyimpanan lainnya.
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)