Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memilih mempertahankan blokade oleh Angkatan Laut AS sebagai bentuk tekanan terhadap program nuklir Iran.
Laporan ini disampaikan oleh Axios pada Rabu, 29 April 2026. Dalam pernyataannya, Trump menilai langkah blokade tersebut lebih efektif dibandingkan opsi militer langsung.
Baca Juga: Negara-negara Teluk Tolak Tarif Iran di Selat Hormuz
"Blokade ini sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman. Mereka sedang tercekik," kata Trump. "Ini akan menjadi lebih buruk bagi Iran."
Ia juga mengklaim bahwa Iran tengah berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri blokade Amerika Serikat terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.
Namun demikian, Trump menegaskan penolakannya terhadap tawaran Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dengan penundaan pembahasan program nuklir.
Menurut Trump, prioritas utama pemerintahannya tetap pada upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Ia turut menyebut bahwa keterbatasan ekspor minyak akibat blokade telah memberikan tekanan besar terhadap kondisi dalam negeri Iran.
"Ia juga mengatakan ketidakmampuan mengekspor minyak telah membuat infrastruktur Iran "hampir meledak.""
Baca Juga: AS Tolak Iran Atur Jalur Selat Hormuz, Ketegangan Kian Meningkat
Di sisi lain, sumber yang dikutip Axios mengungkapkan bahwa United States Central Command (CENTCOM) telah menyiapkan rencana serangan udara yang disebut sebagai operasi “singkat dan kuat” untuk mengatasi kebuntuan diplomatik apabila Iran tidak menunjukkan kompromi.
Meski demikian, hingga saat ini Trump dilaporkan belum memberikan persetujuan resmi untuk pelaksanaan opsi militer tersebut.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri. (Antara)