Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan adanya pembicaraan dengan pihak Iran, namun menegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak dilakukan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Saat berbicara kepada jurnalis di bandara Florida, Trump tidak mengungkap identitas pihak yang terlibat dalam dialog tersebut. Meski demikian, ia menyebut utusannya, Steve Witkoff, serta menantunya yang juga ajudan dekat, Jared Kushner, telah melakukan komunikasi dengan pihak Iran pada Minggu, dan pembicaraan dilanjutkan pada hari berikutnya.
"Kita berurusan dengan orang yang saya yakini paling dihormati dan seorang pemimpin," kata Trump, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa, 24 Maret 2026.
Trump menyebut dialog tersebut telah menghasilkan sejumlah poin penting yang mendekati kesepakatan, dan membuka peluang berakhirnya konflik.
Baca Juga: Trump Tuntut Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam, Jika Tidak Risiko Serangan ke Pembangkit Listrik
"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat, sangat intens. Kita akan lihat ke mana arahnya. Kami memiliki poin-poin, poin-poin kesepakatan utama, saya akan mengatakan, hampir semua poin kesepakatan... kami telah melakukan pembicaraan yang sangat intens, Tuan Witkoff dan Tuan Kushner telah melakukannya," ujar Trump.
"Yang ingin saya katakan adalah, kita berada di tengah-tengah kemungkinan nyata untuk mencapai kesepakatan," tutur dia kepada wartawan sebelum bertolak dari Florida menuju Memphis.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh media Iran. Kantor berita Fars mengutip sumber yang menyatakan tidak ada komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung, dengan pihak AS.
Arsip Foto - Donald Trump saat berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/3/2013). ANTARA/Flickr/Gage Skidmore/am. (Antara)
Media semi-resmi Mehr juga memuat pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang menyangkal adanya pembicaraan dengan Trump.
"Pernyataan Presiden AS berada dalam kerangka upaya untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militernya," kata Kemlu Iran dalam pengumumannya.
"Ada inisiatif dari negara-negara regional untuk meredakan ketegangan, dan tanggapan kami terhadap semuanya jelas: Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua permintaan ini harus dirujuk ke Washington," katanya lagi.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara pada Pertemhuan Tahunan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)