Sindir NATO Soal Iran dan Selat Hormuz, Trump: Penakut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mar 2026, 11:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) Arsip - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada sekutu-sekutu NATO terkait minimnya dukungan terhadap operasi militer AS-Israel melawan Iran, di tengah masih tertutupnya jalur strategis Selat Hormuz.

Melalui platform Truth Social, Trump menilai negara-negara NATO tidak menunjukkan keberanian dalam menghadapi konflik tersebut.

“Negara-negara NATO adalah "PENAKUT, dan kita akan MENGINGATNYA!,” tulisnya pada Jumat, seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu, 21 Maret 2026

Trump juga mengeluhkan sikap negara-negara sekutu yang enggan terlibat dalam konflik, namun tetap mempersoalkan lonjakan harga minyak akibat terganggunya distribusi energi global.

“Sekarang pertempuran itu telah dimenangkan secara militer, dengan bahaya yang sangat kecil bagi mereka, mereka mengeluh tentang harga minyak tinggi yang terpaksa mereka bayar, tetapi tidak ingin membantu membuka Selat Hormuz, manuver militer sederhana yang merupakan satu-satunya alasan tingginya harga minyak. Sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, dengan risiko yang sangat kecil,” tulisnya.

Baca Juga: Kesepakatan Dagang dengan AS Bubar, Malaysia Jadi yang Pertama Mundur dari Skema Trump

Ia sebelumnya juga mendesak sekutu utama AS untuk ikut menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, meski banyak di antaranya tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan perang tersebut. Konflik yang dimulai sejak 28 Februari itu telah mengguncang pasar global, menimbulkan korban jiwa, serta memicu gelombang pengungsian besar.

Di tengah ketegangan tersebut, Inggris mulai melunak dengan mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk operasi terhadap Iran dalam rangka “pertahanan diri kolektif kawasan”. Pernyataan ini disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Keir Starmer.

Dalam keterangannya, pemerintah Inggris juga mengutuk perluasan serangan Iran yang menyasar jalur pelayaran internasional.

Arsip Foto - Donald Trump saat berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/3/2013). ANTARA/Flickr/Gage Skidmore/am. <b>(Antara)</b> Arsip Foto - Donald Trump saat berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/3/2013). ANTARA/Flickr/Gage Skidmore/am. (Antara)

Sementara itu, NATO menyatakan tengah menyesuaikan misinya di Irak menyusul eskalasi konflik. Juru bicara NATO Allison Hart mengatakan langkah tersebut diambil dalam konteks situasi keamanan yang berkembang.

Selain itu, Jenderal Angkatan Udara AS Alexus Grynkewich mengonfirmasi bahwa seluruh personel misi NATO di Irak telah direlokasi ke Eropa demi alasan keamanan.

Baca Juga: Cek Fakta: Klaim DPR AS Lengserkan Donald Trump Ternyata Hoaks

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Republik Irak dan semua Sekutu yang telah membantu relokasi personel NATO dari Irak dengan aman,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negara-negara Eropa lebih memilih jalur diplomasi dibandingkan keterlibatan militer dalam konflik.

“Saya belum mendengar siapa pun di sini yang menyatakan keinginan untuk memasuki konflik ini, justru sebaliknya,” pungkas Macron.

x|close