Harga BBM Melonjak, Minat Mobil Listrik di AS Meningkat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 15:11
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi. Mobil listrik sedang melakukan pengisian daya. (Foto: Reuters) Ilustrasi. Mobil listrik sedang melakukan pengisian daya. (Foto: Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Lonjakan harga bensin di Amerika Serikat memicu perubahan besar dalam perilaku konsumen. Di tengah memanasnya konflik Iran, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan ini terjadi setelah kebijakan militer yang diambil oleh Donald Trump dalam konflik dengan Iran memicu gejolak harga energi global.

Melansir dari The Guardian, harga bensin di AS mencapai rata-rata $3,90 per galon, level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh naiknya harga minyak dunia setelah konflik melibatkan Iran, salah satu produsen minyak utama global.

Situasi semakin memburuk setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia. Kondisi ini langsung berdampak pada perilaku konsumen. Platform otomotif CarEdge mencatat peningkatan pencarian kendaraan listrik hingga 20% sejak konflik dimulai tiga minggu lalu.

“Anda melihat bahwa dalam waktu 48 jam setelah perang dimulai, terjadi lonjakan, ini berhubungan langsung dengan berita tersebut. Jika kita melihat harga bensin yang lebih tinggi ini berlanjut selama sebulan atau lebih, kita akan melihat angka yang semakin besar," kata Justin Fischer, analis otomotif di CarEdge, dikutip Senin, 23 Maret 2026. 

Baca Juga: Bukan Laku, Porsche Justru Ditiru di China: Mobil Listrik GT7 Mirip Taycan Dijual Jauh Lebih Murah

Mobil Listrik Aistaland GT7 mirip Porsche Taycan dijual jauh lebih murah. (Foto: Istimewa via Carscoop) Mobil Listrik Aistaland GT7 mirip Porsche Taycan dijual jauh lebih murah. (Foto: Istimewa via Carscoop)

Baca Juga: Mobil Listrik Kia EV2 Tertangkap Kamera di Jalanan Tanpa Kamuflase

Kenaikan harga bahan bakar membuat konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang. Selain bebas bensin, EV juga lebih ramah lingkungan. Menurut Jessica Caldwell dari Edmunds, biaya bahan bakar kini menjadi perhatian utama pembeli mobil.

“Bensin bukanlah sesuatu yang bisa Anda hindari, itu ada di depan mata Anda, Anda melihat biayanya setiap kali mengisi bensin,” ucapnya.

Meski mobil listrik baru masih tergolong mahal, pasar mobil listrik bekas mulai menarik perhatian. Model seperti Tesla, Chevy Equinox, hingga Nissan Leaf kini semakin terjangkau, bahkan bisa didapatkan di bawah $25.000.

Hal ini membuka peluang bagi masyarakat berpenghasilan menengah untuk beralih ke kendaraan listrik. Selain EV, mobil hybrid juga diprediksi mengalami lonjakan permintaan. Kendaraan seperti Toyota Camry Hybrid dan Toyota RAV4 Hybrid menjadi pilihan bagi konsumen yang belum siap sepenuhnya beralih ke listrik.

Meski minat meningkat, adopsi kendaraan listrik di AS masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan perubahan kebijakan pemerintah.

Beberapa kebijakan terbaru bahkan dinilai memperlambat pertumbuhan EV, termasuk penghapusan insentif kendaraan listrik era Joe Biden serta pelonggaran aturan efisiensi bahan bakar.

x|close