Prabowo Dorong Deregulasi, Hilirisasi, dan Stabilitas untuk Perkuat Kepercayaan Pasar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jun 2026, 03:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CEO Danantara/Menteri Investasi Rosan Roeslani CEO Danantara/Menteri Investasi Rosan Roeslani (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya percepatan sejumlah langkah strategis guna memperkuat kepercayaan pasar sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional. Tiga fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penyederhanaan regulasi perizinan, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, serta pemeliharaan stabilitas iklim usaha.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026, sebagaimana diungkapkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, usai pertemuan.

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden kembali menggarisbawahi pentingnya deregulasi dan penyederhanaan proses perizinan guna menciptakan lingkungan investasi yang lebih menarik dan mampu mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, kemudahan berusaha menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat investor sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Supaya iklim investasi dan ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif,” ujar Prasetyo.

Baca Juga: Bertemu Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat 5 Hari untuk Tindak Lanjut Tuntutan

Selain fokus pada deregulasi, Presiden juga memberikan perhatian besar terhadap percepatan program hilirisasi dan industrialisasi nasional. Arahan tersebut, kata Prasetyo, secara khusus ditujukan kepada Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, yang juga menjadi bagian dari Satuan Tugas Hilirisasi dan Industrialisasi.

Prasetyo menilai penguatan nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional memiliki keterkaitan erat dengan kinerja sektor perdagangan luar negeri, terutama ekspor dan impor. Dalam konteks tersebut, program hilirisasi dan industrialisasi dipandang sebagai instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Kalau kita berbicara penguatan mata uang, maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita. Nah, berkaitan dengan performa ekspor dan impor kita itu, salah satunya juga berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi,” katanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi <b>(NTVnews)</b> Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi dan industrialisasi memberikan dua manfaat strategis bagi perekonomian nasional. Pertama, mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Kedua, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang dapat meningkatkan pendapatan negara dan memperbesar manfaat ekonomi dari sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Lebih lanjut, Presiden juga menyoroti meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia, termasuk terhadap berbagai instrumen pendanaan internasional yang diterbitkan Danantara. Pemerintah ingin memastikan momentum positif tersebut terus terjaga melalui percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional.

Selain itu, Prabowo menilai stabilitas merupakan faktor penting yang berperan besar dalam menjaga optimisme pelaku usaha dan kepercayaan pasar. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, pelaku ekonomi, hingga dunia usaha, untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional serta memperkuat fondasi perekonomian Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

x|close