Rosan Terkejut Obligasi Perdana Danantara Diburu Investor Global, Pesanan Tembus US$4,6 Miliar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 16:39
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengaku terkejut dengan besarnya minat investor internasional terhadap penerbitan obligasi global perdana Danantara. Antusiasme tersebut terlihat dari tingginya nilai pemesanan yang jauh melampaui target awal penerbitan.

Rosan menjelaskan, sejak melakukan roadshow ke berbagai negara pada 3 Juni 2026, Danantara telah bertemu dengan 122 investor global. Dari proses penjajakan tersebut, total minat pembelian obligasi mencapai US$4,6 miliar, meskipun nilai penerbitan yang semula ditargetkan hanya sebesar US$1 miliar.

"Kami juga sangat cukup surprise termasuk juga bank-bank kami, kami dibantu oleh Mandiri Sekuritas dan lain-lain. Responsnya itu positif, kurang lebih kita menemui 122 investor dari berbagai macam negara itu. Setelah perjalanan kami itu, setelah kami temui kita mengadakan book building. Dari rencana US$ 1 miliar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih US$ 4,6 miliar," kata Rosan dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Tingginya permintaan investor mendorong Danantara menaikkan nilai penerbitan obligasi dari US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar. Dana tersebut terbagi dalam dua seri, yakni obligasi tenor lima tahun senilai US$750 juta dengan imbal hasil 5,35 persen serta obligasi tenor 10 tahun sebesar US$750 juta dengan yield 5,95 persen.

Baca Juga: Pemerintah Umumkan Obligasi Global Danantara Laris Manis, Rosan Sebut Bukti Tingginya Kepercayaan Investor ke Indonesia

Menurut Rosan, hasil roadshow dan keberhasilan penerbitan obligasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih sangat kuat. Dana hasil penerbitan dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

"Ini adalah hasil yang sangat baik, dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tinggi dan terbukti, ini real ya. Karena tanggal 11 kemarin sudah selling dan tanggal 18 dananya akan masuk ke rekening Danantara," katanya.

Rosan juga mengungkapkan bahwa komposisi investor yang membeli obligasi Danantara cukup menarik. Untuk obligasi tenor lima tahun, sebanyak 38 persen investor berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari kawasan Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia. Sementara pada obligasi tenor 10 tahun, investor asal Amerika Serikat mendominasi dengan porsi 52 persen, disusul Eropa dan Timur Tengah sebesar 31 persen, serta Asia 17 persen.

Ia menilai komposisi tersebut berbeda dari tren penerbitan obligasi Indonesia pada umumnya yang biasanya lebih banyak diminati investor dari kawasan Asia.

"Ini memang boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari indonesia peminatnya biasanya dari Asia, ini justru kebalikannya. Ini peminatnya justru dari Amerika Serikat. Justru ini peminat terbesarnya terutama yang 10 tahun 52% adalah dari Amerika Serikat," katanya.

Melihat tingginya minat tersebut, Rosan menyimpulkan bahwa persepsi pasar internasional terhadap Indonesia berada dalam kondisi yang sangat positif. Bahkan, sejumlah investor disebut menyampaikan ketertarikan jika Danantara suatu saat menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang.

"Oleh sebab itu, bahwa kepercayaan market kepercayaan dunia luar terhadap indonesia itu sangat baik. Dan ini tercermin dari mereka bersedia untuk membeli global bond-nya danantara, yang jangka 5 tahun, 10 tahun bahkan mereka menyatakan kepada saya sangat-sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan bond sampai 30 tahun," paparnya.

x|close