Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemanfaatan serta integrasi data guna mendukung perluasan akses pendidikan tinggi yang lebih tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya data yang akurat dan terintegrasi sebagai landasan utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Peningkatan akses pendidikan tinggi memerlukan dukungan data yang kuat. Melalui kolaborasi dengan BPS, kami ingin memastikan setiap kebijakan yang disusun benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan," katanya.
Menurut Brian, penguatan kolaborasi dengan BPS diharapkan mampu meningkatkan efektivitas berbagai program bantuan pendidikan sehingga dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan. Ia menilai sinkronisasi antara Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Selain itu, integrasi data tersebut dinilai dapat memperkuat proses pelaksanaan berbagai program pembiayaan pendidikan melalui mekanisme verifikasi dan validasi yang lebih akurat.
"Penguatan data diharapkan dapat mendukung proses verifikasi, dan validasi yang lebih akurat dalam berbagai program pembiayaan pendidikan," ujar Menteri Brian.
Di sisi lain, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan komitmennya untuk terus memenuhi kebutuhan data sektoral di bidang pendidikan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan data statistik yang berkualitas, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan publik.
Melalui sinergi antara Kemdiktisaintek dan BPS ini, pemerintah berharap tata kelola pendidikan tinggi yang berbasis data dapat semakin kuat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diterapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Sumber: Antara)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026. (Antara)