Ntvnews.id, Taheran - Otoritas Iran menyatakan sebanyak 52 kapal miliknya berhasil melewati blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat dalam waktu 72 jam. Blokade tersebut diterapkan Washington sejak pertengahan April sebagai upaya menekan Teheran agar kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Laporan kantor berita Fars News Agency yang dikutip dari Middle East Monitor, Jumat, 1 Mei 2026, menyebut klaim itu didasarkan pada data pelacakan satelit hingga Senin, 27 April 2026 pukul 22.00 waktu setempat.
Menurut laporan tersebut, kapal yang berhasil menembus blokade terdiri dari 31 kapal tanker minyak dan 21 kapal kargo.
Situasi ini berkembang di tengah terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sejak pecahnya konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Pada 2 Maret, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim. Kebijakan itu langsung memicu guncangan di pasar energi global karena jalur tersebut selama ini menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Menteri Angkatan Laut AS Mundur di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
Penutupan Selat Hormuz kemudian menjadi salah satu titik panas terbaru dalam ketegangan antara Teheran dan Washington. Sebagai respons, AS memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran untuk menekan pemerintah Iran membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Belakangan, Iran juga dilaporkan menyampaikan proposal baru kepada AS melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator. Dalam proposal itu, Teheran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat Washington mencabut blokade laut yang diterapkan.
Selain itu, Iran mengusulkan agar pembahasan mengenai perundingan nuklir dilanjutkan pada tahap berikutnya setelah Selat Hormuz kembali dibuka dan blokade dihentikan.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan tersebut. Trump menegaskan blokade laut akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan nuklir antara Washington dan Teheran.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS terkait klaim Iran mengenai keberhasilan puluhan kapalnya menembus blokade laut tersebut.
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)