Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Taiwan terus memperluas promosi pariwisatanya di Indonesia dengan memboyong delegasi yang terdiri dari maskapai penerbangan, agen perjalanan, hingga pelaku industri wisata pada periode 30 April hingga 7 Mei. Langkah tersebut dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan Indonesia berlibur ke Taiwan.
Dalam rangkaian promosi itu, Taiwan menggelar Taiwan Travel Fair di PIK Avenue, Jakarta, serta workshop pariwisata di Jakarta dan Medan. Upaya tersebut didorong oleh tingginya potensi pasar Indonesia, terutama karena masyarakat mulai merencanakan liburan keluarga sejak Mei untuk periode libur sekolah pada Oktober mendatang.
Melalui berbagai kegiatan promosi tersebut, Taiwan ingin memperkenalkan beragam destinasi dan pengalaman wisata yang dimiliki agar semakin banyak wisatawan Indonesia memilih Taiwan sebagai tujuan perjalanan luar negeri.
Director Taiwan Tourism Information Center di Jakarta, Abe Chou, mengatakan keterlibatan pelaku industri pariwisata menjadi faktor penting untuk mengubah minat masyarakat menjadi kunjungan nyata.
Baca Juga: BI Luncurkan QRIS Lintas Negara Indonesia-China, Dorong Transaksi Digital dan Pariwisata
”Melalui travel agent dan maskapai yang hadir, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga bisa langsung membeli paket perjalanan dengan berbagai penawaran menarik,” jelasnya.
Taiwan Travel Fair sengaja digelar bertepatan dengan momentum libur Hari Buruh yang identik dengan tingginya aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan. PIK Avenue dipilih karena berada di kawasan Pantai Indah Kapuk yang dikenal sebagai pusat gaya hidup modern dan banyak dikunjungi anak muda, keluarga kelas menengah, hingga konsumen dengan daya beli tinggi.
Karakter pengunjung tersebut dinilai sesuai dengan ragam wisata yang ditawarkan Taiwan, mulai dari kuliner, belanja, hingga berbagai pengalaman wisata unik lainnya.
”Tahun ini kami mengangkat tema Taiwan Never Sleeps. Taiwan itu tidak pernah tidur. Selama 24 jam, wisatawan bisa menikmati berbagai aktivitas, mulai dari kuliner malam, belanja di night market, hingga hiburan dan destinasi budaya,” ucap Abe Chou.
Acara tersebut juga dimeriahkan penampilan FOCASA Circus yang telah dikenal di tingkat internasional. Selain itu, tiga influencer Indonesia yakni Jennifer Christie, Kadec Arini, dan Andy Garcia turut berbagi pengalaman perjalanan mereka selama berada di Taiwan.
Perpaduan promosi langsung dan interaksi digital melalui media sosial dinilai berhasil meningkatkan antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat citra Taiwan sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan memiliki banyak pilihan atraksi.
Tak hanya menggelar pameran wisata, Delegasi Pariwisata Taiwan juga mengadakan Taiwan Tourism Workshop pada 4 Mei di Pullman Jakarta Central Park serta 6 Mei di JW Marriott Hotel Medan. Kegiatan tersebut melibatkan asosiasi pariwisata, pelaku industri, hingga media lokal.
Jakarta dan Medan dipilih karena dianggap memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi dan pariwisata, termasuk untuk mendorong perjalanan insentif perusahaan atau incentive travel menuju Taiwan.
Pemerintah Taiwan terus memperluas promosi pariwisatanya di Indonesia dengan memboyong delegasi yang terdiri dari maskapai penerbangan, agen perjalanan, hingga pelaku industri wisata pada periode 30 April hingga 7 Mei (Istimewa)
Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan juga aktif mengembangkan konsep wisata ramah Muslim. Berbagai fasilitas pendukung telah disediakan, mulai dari makanan halal, ruang salat di pusat transportasi dan lokasi wisata, hingga layanan lain yang memudahkan wisatawan Muslim.
Langkah tersebut dilakukan agar wisatawan Indonesia yang mayoritas beragama Islam dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.
Abe Chou menegaskan bahwa pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi Taiwan dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan Indonesia.
”Wisatawan Muslim tidak perlu khawatir. Taiwan berkomitmen menghadirkan pengalaman liburan yang nyaman, aman, dan menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Trust H.J. Lin, Ph.D., menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan sektor pariwisata Taiwan. Pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya minat masyarakat Indonesia bepergian ke luar negeri dinilai menjadi peluang besar.
Indonesia disebut memiliki potensi pasar yang sangat besar dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa. Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil pascapandemi juga turut mendorong peningkatan perjalanan luar negeri masyarakat Indonesia. Pada 2024 tercatat hampir 9 juta perjalanan outbound dari Indonesia.
“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mempererat hubungan antar masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata,” ujar Trust H.J. Lin, Ph.D.
Melalui berbagai kegiatan promosi yang berlangsung di Jakarta dan Medan, Taiwan berharap dapat semakin memperkuat citra pariwisatanya di Indonesia sekaligus meningkatkan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke negara tersebut.
Pemerintah Taiwan terus memperluas promosi pariwisatanya di Indonesia dengan memboyong delegasi yang terdiri dari maskapai penerbangan, agen perjalanan, hingga pelaku industri wisata pada periode 30 April hingga 7 Mei (Istimewa)